MUI dan Tokoh Lintas Agama Deklarasi Pemilu Damai

Deklarasi Pemilu Damai Lintas Agama.

Jakarta, Akuratnews.com - Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (KAUB MUI) melakukan deklarasi 'Pemilu Damai Tanpa Hoaks' bersama para tokoh lintas agama. Dalam pernyataannya, para tokoh lintas agama bersepakat bahwa kampanye tak jarang menimbulkan gesekan dan ketegangan politik yang berpotensi mengancam keutuhan negara.

"Sejauh yang bisa dipantau, ketegangan politik yang berbahaya itu seringkali dipicu oleh ujaran kebencian dan narasi hoaks yang disebarkan para pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Ketua KAUB MUI Yusnar Yusuf di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (15/11/2018).

Oleh karena itu, para tokoh lintas agama menyatakan sikap pertama, menolak penggunaan ujaran kebencian dan narasi hoaks dalam kampanye politik praktis. Keduanya dinilai tidak menyehatkan untuk kepentingan demokratisasi di Indonesia.

Tokoh lintas agama lalu meminta kepada partai politik peserta Pemilu untuk berkomitmen menggunakan kampanye santun, bukan kampanye kekerasan. Ketiga, tokoh lintas agama meminta kepada juru kampanye untuk menghindari politik berdimensi rasial (SARA). Hal itu dinilai bukan hanya karena Indonesia adalah negeri yang plural melainkan terutama menyelamatkan lndonesia dari kehancuran.

Keempat, tokoh lintas agama meminta kepada KPU, Bawaslu dan aparat penegak hukum baik di pusat maupun daerah untuk menindak para peserta Pemilu dan politisi yang menggunakan segala cara dengan melanggar hukum untuk memenangkan pertarungan politik.

Kelima, menghimbau kepada seluruh umat beragama di Indonesia untuk membantu terselenggaranya pemilu damai tanpa hoaks dan kekerasan.(Ysf)

Penulis:

Baca Juga