Mungkinkah Darurat Sipil?

Dengan morale publik yang terus menurun, lantas, bagaimanakah dampak yang muncul terhadap pemerintahan Jokowi?

Morale yang dimiliki oleh publik memiliki hubungan tertentu dengan kepercayaan publik terhadap pemimpin. Bukan tidak mungkin, dengan morale yang rendah, kepercayaan (confidence) masyarakat terhadap pemimpin turut menurun.

Peter J. Murphy dan Kelly M. J. Farley berusaha untuk menjelaskan hal ini dalam tulisan mereka yang berjudul Morale, Cohesion, and Confidence in Leadership. Tiga komponen – morale, kohesi, dan kepercayaan terhadap pemimpin – ini biasanya dianggap penting dalam studi pertahanan.

Menurut Murphy dan Farley, tiga komponen tersebut memiliki korelasi yang saling memberi arti. Morale misalnya, dapat meningkat dengan disertai kepercayaan terhadap pemimpin yang tinggi.

Lantas, apakah mungkin kepemimpinan Jokowi dalam menangani Covid-19 dapat terpengaruhi oleh morale publik yang rendah?

Mungkinkah Darurat Sipil?
Bukan tidak mungkin kepemimpinan Jokowi ini semakin diragukan. Hal ini terlihat dari bagaimana banyak pihak menginginkan kebijakan lockdown meski Presiden Jokowi beberapa kali menegaskan bahwa pemerintah pusat tak akan berlakukan kebijakan itu.

Pemerintah-pemerintah daerah – seperti Kota Solo dan Kota Tegal di Jawa Tengah – mulai menerapkan kebijakan-kebijakan lockdown di tingkat lokal. Bisa jadi, ini merupakan pertanda bahwa morale dan kepercayaan para pemerintah daerah pada Jokowi dalam penanganan Covid-19 semakin menurun.

Selain kepercayaan terhadap pemimpin, kepercayaan diri (self-confidence) dari pemerintah juga perlu hadir. Meerloo dalam tulisannya sebelumnya menjelaskan bahwa kepercayaan diri pemimpin dan pemerintah turut menentukan morale publik.

Meerloo pun mencontohkannya dengan kepercayaan diri Perdana Menteri Inggris Winston Churchill dalam mengobarkan kampanye Battle of Britain kala Perang Dunia II. Bagi Meerloo, kepercayaan diri Churchill ini turut menentukan kekuatan Inggris kala itu.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Redaksi

Baca Juga