OPINI

Murid Senang Bertanya, Guru Gembira Menjawab

Oleh: Thio Hok Lay, S.Si
Teaching Learning Curriculum Department, Yayasan Citra Berkat, Jakarta

AKURATNEWS - Sekolah telah kembali bersiap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) secara bertahap. PTMT merupakan kegembiraan sekaligus tantangan. Menjadi kegembiraan karena kerinduan anak murid untuk dapat kembali belajar ke sekolah segera terobati.

Rindu kembali belajar bersama teman-teman dan Ibu dan Bapak Guru di sekolah. Ringkasnya, anak murid rindu komunitas sekolah sebagai taman belajar dan bermain yang menyenangkan, menyehatkan, dan mencerdaskan.

Di masa pandemi ini di mana pembelajaran dilangsungkan secara jarak jauh via online,  ruang ‘interaksi sosial’ antar anak murid dan guru menjadi terbatas, anak murid perlu didorong untuk proaktif dalam mengajukan pertanyaan. Melalui ragam pertanyaan yang diajukan murid, senyatanya merupakan sarana bagi guru untuk menjajagi sejauh mana daya serap dan tingkat pemahaman anak murid terhadap materi ajar.

Pernyataan Voltaire; penulis dan filsuf Prancis pada Era Pencerahan (1694 –1778) masih relevan dan kontekstual hingga saat ini, ‘Jangan menilai kualitas seseorang melalui jawaban yang diberikan. Namun, nilailah kualitas seseorang melalui pertanyaan yang diajukan’. Untuk itu, PTMT di kenormalan baru merupakan momentum untuk melatihkan dan membiasakan anak-anak kita untuk mulai aktif dalam bertanya. Dan saatnya bagi para guru untuk dengan gembira dalam merespon tiap – tiap pertanyaan dan rasa ingin tahu para anak murid.

Yakinlah bahwa melalui keterampilan dan keberanian dalam merumuskan dan mengajukan pertanyaan dengan santun, kritis, sistematis, dan logis, kelak akan melahirkan generasi emas bangsa yang cerdas.

Perlu disadari, penyelenggaraan PTMT tidaklah berarti bahwa PBM akan kembali dilangsungkan dengan pendekatan, pola dan gaya belajar dengan cara-cara lama. Tak disangkal bahwa selama masa pandemi ini anak murid telah terkondisikan belajar secara mandiri dengan memanfatkan teknologi berbasis internet. Saat ini guru tak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar. Sebaliknya, saat ini anak murid dapat belajar dari aneka ragam sumber belajar; yang dengan cepat, mudah, dan murah dapat diakses kapan pun dan darimanapun.

PTMT merupakan indikator konkret bahwa senyatanya peran guru tak tergantikan oleh teknologi secanggih apapun sebagaimana telah diulas penulis dalam ‘Peran Guru Tak Tergantikan’ (Wacana Suara Merdeka, 30 Januari 2021). Masa pandemi dengan segala kesulitan yang ditimbulkan, merupakan tantangan bagi guru untuk menjaga agar pijar perannya sebagai edukator; yakni mencerahkan (enlightment), memperkaya (enrichment), dan memberdayakan (empowerment) tidak menjadi padam.

Ke depan, kualitas dari sosok pengajar dan pendidik akan diukur dari kecakapannya dalam menghadirkan masa depan ke masa kini. Antonius Tanan (2021); education advisor sekolah-sekolah di bawah grup Ciputra menyatakan bahwa anak murid perlu dipersiapkan dan diperlengkapi dengan ragam kompetensi dan keterampilan sebagaimana yang dibutuhkan bagi masa depan nanti, antara lain: Kemampuan untuk memecahkan masalah (problem solving), pengelolaan diri (self management), teknologi (technology), dan kolaborasi (working with people).

Ruang Terbuka

Merujuk anjuran pemerintah terkait penerapan protokol kesehatan secara disiplin; wajib memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan; juga adanya anjuran perihal perlunya sesi pembelajaran di luar ruangan kelas (outdoor learning) agar PTMT dapat berlangsung dengan gembira, segar dan sehat karena adanya sirkulasi dan asupan udara bersih.

Komunitas Sekolah Citra Kasih dan Sekolah Citra Berkat di bawah penyelenggaraan Yayasan Citra Berkat merespon anjuran pembelajaran di ruang terbuka dengan menyiapkan Eco Learning Zone (ELZ) di setiap lokasi sekolah. ELZ merupakan program sekolah dalam mengelola lahan terbuka yang ada di sekolah, seperti misalnya: taman, halaman guna dioptimalkan peran dan fungsinya sebagai bagian tak terpisahkan dari sarana dan media pembelajaran.

Kehadiran ELZ sebagai sarana dan media pembelajaran di ruang terbuka, jamak dijumpai di sekolah-sekolah modern yang berpihak dan ramah lingkungan. Taman atau halaman bukan sekedar tempat untuk bermain dan beristirahat, namun di desain sedemikian rupa, diperlengkapi dengan aneka ragam media pembelajaran sehingga menjadi daya dukung terhadap kelangsungan proses pembelajaran di ruang/kelas terbuka.

Diyakini bahwa pengalaman belajar yang diperoleh dari buku-buku, meskipun acap kali berharga, hanyalah memberikan pelajaran tak langsung. Sebaliknya, pengalaman belajar di masa depan yang diperoleh dari lingkungan dan alam semesta merupakan sumber belajar yang secara kontekstual dan konkret dialami oleh anak murid. Dan inilah yang menjadikan Proses Belajar Mengajar (PBM) menjadi bermakna.

Disamping perlunya penguasaan teknologi, dan ruang terbuka sebagai fasilitas pendukung PBM, keterampilan anak murid untuk berpikir secara kritis dan ilmiah perlu dibiasakan dan dilatihkan saat ini, agar sebagai pemilik masa depan, nantinya anak murid tidak gagap dan asing dengan cara belajar yang akan dijumpainya di masa depan nanti; yang menuntut adanya kemandiriaan dan kreativitas. Pun termasuk dalam hal mengajukan pertanyaan yang memberdayakan secara kritis dan ilmiah.

Dalam hal ini, pendapat Elbert Hubbard tentang tujuan belajar menjadi relevan dan bermakna bahwa, “Tujuan dari mengajar seorang anak adalah untuk bisa membuatnya maju tanpa gurunya". Untuk itu, dalam rangka memberikan bekal bagi perjalanann masa depan anak murid, para insan pendidikan perlu menumbuhkembangkan ragam kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan, yakni kemampuan untuk memecahkan masalah (problem solving), pengelolaan diri (self management), teknologi (technology), dan kolaborasi (working with people).

 Mari kita latihkan sejak dini, melalui memberdayakan anak murid untuk berani, mau dan mampu mengajukan pertanyaan secara kritis, dan guru perlu dengan gembira dalam merespon setiap pertanyaaan demi pertanyaan yang diajukan anak murid. Inilah gambaran suasana belajar yang berkualitas, murid senang bertanya dan guru gembira dalam menjawab.***

Baca Juga