Konflik Pengurus HILLSI

Muscab Diduga Bodong, DPP HILLSI Diminta Bekukan DPD Aceh

Foto. Dok akuratnews.com.

Aceh Timur, Akuratnews.com - Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aceh Timur, kota Langsa dan Aceh Tamiang, mempertanyakan status keabsahan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HILLSI (Himpunan Lembaga Latiha seluruh Indonesia) Provinsi Aceh saat ini, karena terindikasi hasil Muscab diduga bodong yang di lakukan oleh oknum mantan ketua DPD HILLSI Aceh dengan Ketua DPC HILLSI kab. Bireuen.

Diketahui, hasil pertemuan yang di adakan sebelum Munas di hotel borobudur tahun lalu, di ambil keputusan bahwa DPD yang berhak mengikuti Munas adalah DPD yang sudah menyelesaikan kewajibannya yaitu melaksanakan Muscab di tingkat provinsi. Saat itu merupakan pertemuan yang di hadiri hampir dari seluruh DPD se indonesia.

Sementara perwakilan DPC Kota Langsa dalam pertemuan itu, sesuai dengan SK ketua DPP yang di tandatangani langsung oleh ketua DPP, adalah T. Suriansyah sebagai Ketua caretaker Aceh.

Ketua DPC Aceh Timur, Chaidir Hasballah menyampaikan kepada Akuratnews.com, dari dulu dugaan adanya permainan antara pengurus DPD Aceh dengan DPC Bireuen sudah berjalan lama. Bahkan setiap ada kegiatan dan bantuan hampir seluruhnya di serahkan ke Kabupaten Bireuen.

"Jadi DPC yang lain apa cukup sebagai penonton atau hanya menjadi pelengkapan kebutuhan struktur di daerah saja?" Kata Chaidir Hasballah di Aceh Timur, Minggu (19/8/2019).

Sementara itu, Ketua DPC kota Langsa, Chaidir (nama mirip dengan Ketua DPD Aceh Timur) pernah beberapa kali menghubungi pengurus DPP melalui telepon selular ,selalu di jawab dengan jawaban yang sama, "Maaf saya lagi di luar kantor, nanti setelah saya di kantor saya cek dan akan saya kabari", itu jawaban berkali kali yang diberikan.

Chaidir mengatakan, dulu sewaktu dia menerima SK sebagai ketua Caretaker DPD Aceh, salah satu oknum ketua DPD Aceh yang lama mengajak untuk melakukan Muscab secara formalitas alias bodong tetapi Chaidir menolak.

"Mungkin karena penolakan tersebut membuat sang oknum sakit hati dan berusaha mengantikan saya dengan orang lain. Apalagi oknum kan sudah lima tahun menjabat jadi banyak kenal dan dekat dengan pengurus DPP," terangnya.

"Kami atas nama ketua DPC Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang meminta DPP menindak tegas apa apa yang telah dilakukan oleh DPD Aceh selama ini. Terlebih lebih HILLSI saat ini di pimpin oleh ketua yang baru. Jadi kami sangat berharap semoga DPP mendengarkan keluhan kami yang ada di daerah." terang Chaidir.

Menurutnya, bagaimana organisasi menjadi maju dan berkembang kalau praktek seperti ini di lakukan. Chaidir mengancam, jika permintaan mereka tidak ditanggapi, mereka akan melakukan upaya Somasi.

"Apabila tidak di tanggapi kami akan melakukan somasi kepada DPP." tegas Chaidir.

Chaidir menegaskan, Muscab bodong adalah pembodohan di dalam sebuah organisasi, jadi apabila benar terjadi di DPD Aceh, sudah sewajarnya DPP membekukan dan melakukan pemilihan kembali.

"Kami tahu siapa yang selama ini yang telah di pilih, jangan sampai DPD HILLSI Aceh bertambah mandek dan jalan di tempat." tandasnya.*

Baca Juga