Napoleon Bonaparte Gugat Bareskrim

Jakarta, Akuratnews.com - Babak baru dugaan kasus suap Joko Tjandra pada dua jenderal polisi masuk babak baru.

Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional, Irjen Napoleon Bonaparte berencana menggugat penetapan tersangka yang dilakukan penyidik Bareskrim Polri dalam kasus penghapusan red notice Joko Tjandra.

"Semua langkah-langkah hukum akan ditentukan," ujar kuasa hukum Napoleon, Gunawan Raka di Jakarta, Jumat (28/8).

Sebelumnya Napoleon membantah menerima suap dari terpidana kasus korupsi hak tagih Bank Bali Joko Tjandra, dan pengusaha Tommy Sumardi.

Gunawan memastikan Napoleon bersikap kooperatif selama penyidikan. Pihak Napoleon mendukung penelusuran dugaan suap dalam kasus penghapusan red notice Joko Tjandra yang tengah dilakukan penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri.

"Penelurusan atas nyanyian Joko Soegiarto Tjandra, nyanyian Tommy Sumardi dan lain-lain, yang seolah-olah mengeluarkan begitu banyak uang untuk pengurusan penghapusan red notice yang sebetulnya sudah ter-delete oleh sistem karena tidak diajukan perpanjangannya," ungkap Gunawan.

Menurut dia, red notice Joko Tjandra terhapus di Sekretaris Jenderal Organisasi Kepolisian Internasional (Interpol) di Lyon, Prancis, sejak 11 Juli 2014. Pasalnya, Kejaksaan Agung yang menangani kasus Joko Tjandra tidak meminta perpanjangan red notice.

Seperti diketahui, Polri menetapkan Napoleon sebagai tersangka dalam kasus penghapusan red notice Joko Tjandra. Dia menjadi tersangka bersama Brigjen Prasetyo Utomo, Tommy Sumardi, dan Joko Tjandra.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga