Nasabah Layangkan Somasi, Bank Ini Diduga Lakukan Auto Debit Sepihak

AKURATNEWS - Somasi dilayangkan kepada Bank OCBC NISP oleh nasabah bank berinisial TA. Somasi terkait dugaan pemotongan isi tabungan (Auto Debit) secara sepihak ini dilayangkan melalui kuasa hukumnya, Prabowo Febriyanto, S.H., M.H.

Dijelaskan Prabowo Febriyanto, yang dilakukan Bank OCBC NISP tersebut melanggar Pasal 47 A- 49 Undang-Undang Nomor 10/1998 tentang Perbankan. Pasal 47 A ini berbunyi: “Anggota Dewan Komisaris, Direksi, atau pegawai bank yang dengan sengaja tidak memberikan keterangan yang wajib dipenuhi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42A dan Pasal 44a, diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dan paling lama 7 (tujuh) tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp4.000.000.000.00 (empat miliar rupiah) dan paling banyak Rp15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah),".

“Klien kami kecewa, sejak awal kepemilikan kartu kredit yang sudah dimatikan namun tetap ada tagihan yang datang kepadanya. Lalu nama klien kami di black list di Bank Indonesia (BI) akibat hal ini. Kemudian ada auto debit dari rekening klien kami yang diduga dilakukan pihak bank tanpa ada konfirmasi dan pemberitahuan nasabah lebih dulu,” ujar Prabowo dalam keterangan persnya, Sabtu (5/3).

Atas hal tersebut, pihaknya pun melayangkan somasi dan menunggu respon dari pihak bank untuk menyelesaikan masalah tersebut sebelum berlanjut ke wilayah hukum.

"Kami menunggu itikad baiknya, sebelum kami melaporkan hal ini kepada yang berwenang dan juga Bank Indonesia,” sambungnya.

Kuasa hukum nasabah, Prabowo Febriyanto, S.H., M.H.

Pihaknya menyimpulkan, terdapat cukup alasan dan dasar hukum yang kuat untuk melaporkan pihak/oknum Bank OCBC NISP ke OJK, Kepolisian bahkan membawa permasalahan ini ke Pengadilan Negeri.

"Namun sekali lagi, kami masih menunggu itikad baik dari pihak bank,” tandas Prabowo.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga