Nasir Jamil Pertanyakan Konsistensi Antasari Azhar

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil

Jakarta, Akuratnews.com - Konsistensi mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar perlu dipertanyakan. Sebab sejak awal Antasari mengatakan tidak akan membongkar kasus tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Kemudian dia minta grasi, inilah inkonsistensi Antasari awalnya dia katakan dia tidak bersalah. Ketika ajukan grasi ada kalimat dia bersalah dan menyesal.

Pernyataan demikian disampaikan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk  'Duel Antasari - SBY, Dimana Aparat Penegak Hukum?" yang diselenggarakan oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerjasama dengan Biro Pemberitaan Parlemen, di ruang Media Center, Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/2/2017) kemarin.

“Seingat saya ada pernyataan dari Antasari tidak akan membongkar kasus yang pernah dia alami. Maka, ketika tiba-tiba terdengar dia akan membongkar? Ini menimbulkan pertanyaan ada apa? Bisa saja untuk nambah-nambah menurunkan suara, mungkin ya,” kata Nasir Djamil.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS itu juga menilai isi curhat (curahan hati) Antasari Azhar pada media massa jelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta beberapa hari lalu hanyalah sebatas konsumsi politik.

Menurutnya, Antasari sendiri sebelumnya sudah dekat dengan salah satu Partai Politik. Bahkan saat ini juga yang bersangkutan dikabarkan merapat ke parpol tersebut pasca bebas dari tahanan kasus kriminal di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Apakah ocehan Antasari hanya untuk konsumsi politik? Jawab saya iya. Memang sangat politik yang disampaikan Pak Antasari itu,” kata Nasir.

Lanjut dia, apalagi, langkah Antasari 'merapat' kepada salah satu partai politik semakin menunjukkan hal yang disampaikan tersebut akan menguntungkan parpol tersebut.

Mantan Ketua KPK itu, kata Nasir, pasca menghadiri debat pilkada DKI merapat ke Partai Politik besutan Megawati Soekarnoputri.

“Kalau sekarang terlihat mendekati parpol hanya melanjukan apa yang dulu sudah dirintis. Tahu sama tahu (TST) lah,” paparnya. (Aulia)

Penulis:

Baca Juga