Daerah Harus Siapkan Karantina

Nekat Mudik, Empat Ribu Pemudik Positif Covid-19

AKURATNEWS - Masih banyaknya masyarakat yang nekat mudik membawa konsekuensi tersendiri. Tercatat 4.123 orang pemudik terkonfirmasi positif virus Covid-19.

Angka ini diketahui setelah dilakukan tes acak yang dilakukan di jalur-jalur mudik.

"Pengetatan oleh Polri di 381 lokasi dan Operasi Ketupat. Jumlah pemudik yang dirandom testing, dari 6.742 terkonfirmasi positif 4.123 orang," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto.di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/5).

Airlangga menambahkan, petugas telah melakukan penindakan bagi 41 ribu kendaraan. Mereka diminta putar balik dari jalur mudik.

"Dari Operasi kendaraan atau Operasi Ketupat jumlah yang diperiksa kendaraan 113.694, putar balik 41.097 dan pelanggaran travel gelap 306 kendaraan," paparnya.

Terpisah, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan, pemudik yang lolos sampai kampung halaman telah diminta untuk menjalani karantina.

"Kalaupun masih lolos juga, sudah ada beberapa yang dikarantina. Jadi saya kira itu kondisinya," ujar prua yang akrab disapa Kang Emil ini.

Pos penyekatan mudik.

Sedangkan terkait pos penyekatan mudik yang bobol akibat banyaknya jumlah pemudik motor, Korlantas Polri akan menerapkan beberapa strategi guna mengantisipasinya. Salah satunya rekayasa buka tutup lalu lintas.

Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya penumpukan kendaraan, khususnya sepeda motor. Nantinya, beberapa sepeda motor yang dilepas petugas akan diperiksa di pos-pos berikutnya.

“Semua ini untuk menjaga keseimbangan antara kemacetan dan kerumunan sehingga pola buka tutup penyekatan ini dilakukan dalam rangka pencegahan kerumunan dan kelancaran lalu lintas serta keamanan masyarakat,” ujar Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Istiono,  Selasa (11/5).

Istiono menegaskan, langkah antisipasi yang digunakan pihaknya dengan memaksimalkan titik-titik penyekatan cek poin berlapis hingga paling ujung supaya dipatuhi pemudik bandel.

Istiono juga menjelaskan, ratusan pemudik ini bukan menerobos, melainkan dialihkan karena terjadi penumpukan kendaraan.

“Ini adalah diskresi kepolisian. Kalau sudah terjadi penumpukan yang besar, takutnya akan menjadi klaster baru di antrian tersebut. Oleh karena itu, penyekatan yang berlapis-lapis kita bangun itu gunanya. Untuk mengatur supaya tidak terjadi penumpukan di satu titik,” terangnya.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga