Nelayan Kupang Dilarang Melaut Akibat Gelombang Tinggi

Ilustrasi Nelayan

Kupang, Akuratnews.com - Para nelayan di Kupang, Nusa Tenggara Timur diminta untuk tidak melaut akibat cuaca yang kurang bersahabat dengan tinggi gelombang mencapai 4,0 meter.

"Rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang meminta operator sarana angkutan laut termasuk nelayan pencari ikan agar tidak melaut," kata Kepala UPT Perikanan Tenau Kupang Fransisco Meo kepada wartawan di Kupang, Minggu (8/1/17).

Peringatan ini lebih khusus bagi nelayan-nelayan kecil di sekitar Kupang dan Rote Ndao agar tidak melaut untuk untuk batas waktu yang tidak ditentukan karena cuaca sekitar perairan itu buruk.

"Jika cuaca buruk dan gelombang tinggi untuk tidak melaut. Kalau saja sudah demikian namun masih tetap melanggar, maka resikonya ditanggung sendiri," katanya, Ia mengaku hasil koordinasi dengan pihak Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Kupang membenarkan cuaca buruk sehingga telah menutup sementara layanan pelayaran tujuan Kupang--Rote Ndao pergi dan pulang untuk sepekan ke depan (4-8/1/2017) termasuk sebelumnya 24-30/12/2016 dan akan dibuka lagi jika cuaca membaik.

Ia mengatakan cuaca di perairan Selat Rote dan Laut Timor bergerakan pada tekanan antara 2,0 meter hingga 4,0 meter, sehingga rawan untuk dilayari.

Berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi El Tari terhadap prakiraan cuaca, waspadai gelombang tinggi 2,0 meter di Selat Sape, Selat Ombai dan Selat Alor, 2,5 meter di Selat Sumba, 3,0 meter di Laut Sawu, Perairan Selatan Kupang-P Rote, Perairan Selatan Pulau Sumba, Laut Timor Selatan NTT dan Samudera Hindia Selatan NTT.

Kondisi cuaca tersebut berlaku mulai 8 sampai 10 Januari 2017 yang umumnya berawan, hujan ringan. Arah angin dari barat laut-barat laut dengan kecepatan 2,5 knot.

Sebelumnya BMKG Stasiun El Tari Kupang berdasarkan foto satelit dan analisis kondisi cuaca terkini pergerakan gelombang laut di perairan setempa untuk beberapa ke depan hari ke depan diperirakan bisa mencapai empat meter.

Hal ini terjadi katanya akibat tekanan angin Timur menuju Tenggara dengan kecepatan berhembus antara 0,5 sampai 30 knot atau dengan kecepatan maksimal 35 kilo meter per jam.

Terpisah koordinator Nelayan untuk Tempat Pendataran Ikan (TPI) Kelurahan Namosain, Kota Kupang, Wahab Sidik, membenarkan adanya imbauan dari Kpela UPT Perikanan Tenau Kupang dan telah menerukannya kepada sesama nelayan dalam wilayah itu.

"Saya telah meneruskan imbauan agar nelayan tradisional sementara waktu tidak melaut karena ketinggian gelombang mencapai empat sangat dan membahayakan keselamatan. Dan kecepatan angin disertai dengan perubahan cuaca yang tidak menentu di perairan ini memicu naiknya gelombang laut yang muncul sesewaktu tanpa terlebih dahulu diketahui," demikian Wahab. (Muji)

Penulis:

Baca Juga