Harga Gula Tebu Jomplang

Neraca Gula Tak Jelas, Gula Impor Bisa Jadi Ajang Permainan

Gula Impor. (Foto: Istimewa).

Jakarta, Akuratnews.com - Komisi VI DPR RI menemukan fakta hingga saat ini pemerintahan belum mempunyai neraca gula. Padahal, sudah sejak tahun 2004, data neraca gula kerap dipersoalkan DPR.

Neraca gula dibutuhkan sebagai kontrol terhadap gula impor yang masuk ke Indonesia. Sebab, berdasarkan proyeksi Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian, konsumsi gula domestik 2019 diproyeksi mencapai 5,1 juta ton dengan jumlah produksi hanya 2,5 juta ton.

Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan domestik gula dan menstabilkan harga dalam negeri, pemerintah setiap tahun harus mengimpor gula dari luar negeri. Namun bakal kadi ajang permainan jika data neraca gula tak jelas.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana menerangkan jika tak punya neraca gula, maka gula impor bisa jadi ajang permainan.

"Karena tidak punya neraca gula, impor gula raw sugar itu bisa menjadi ajang permainan," kata Azam di Jakarta, seperti dikutip situs nasional, Kamis (18/7/2019).

Masuknya gula rafinasi, yang berasal dari raw sugar ke pasar konsumen, dinilai Azman dapat membuat harga gula berbasis tebu menjadi tidak laku di pasaran.

"Raw sugar menjadi gula rafinasi ini murah sekali. Raw sugar di luar negeri itu murah, memproses menjadi gula rafinasi juga murah. Tetapi kemudian masuk ke pasar konsumsi, ini kemudian membuat harga gula yang berbasis tebu tidak bisa bersaing," jelasnya.

"Menjadi jomplang harganya. Jadi gula rafinasi murah sementara gula berbasis tebu harganya tinggi, di pasar tidak laku," tandas dia.

Adanya Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 10 Tahun 2017 yang mengatur tentang fasilitas memperoleh bahan baku industri gula, jangan sampai pelaksanaannya berbeda.

"Jangan sampai dengan peraturan itu jadi memudahkan impor raw sugar. Walaupun sudah ada aturan macam-macam, tetapi di lapangannya bisa berbeda. Izin itu bisa lepas begitu saja. Apalagi punya kepentingan untuk memasukkan raw sugar yang marginnya luar biasa," pungkasnya.**

Penulis:

Baca Juga