Opini

New Normal Life: Kebijakan yang Menguntungkan Pemilik Modal

Akuratnews.com - Apa yang ada di benak rezim Jokowi ketika mewacanakan hidup new normal atau berdamai dengan virus corona? Padahal, kurva penyebaran Covid-19 terus meningkat, orang yang terinfeksi virus semakin banyak dan dampak yang ditimbulkan pun menyerang berbagai sendi kehidupan.

Hidup new normal yang diwacanakan oleh pemerintah yakni rakyat beraktivitas seperti biasa ketika tidak ada virus corona. Sekolah-sekolah, perkantoran, pasar, mal-mal dan yang lainnya semua akan beroperasi seperti biasanya, tapi tetap menggunakan protokol kesehatan. Seperti social distanting, jaga jarak, tidak boleh berkerumun maksimal 2 orang dalam ruangan dan yang lainnya. Presiden Jokowi pun yakin, tatanan kehidupan baru ini bisa diterapkan berdampingan dengan wabah Covid-19.

Namun, jika melihat rekam jejak kebijakan yang diterapkan pemerintah dalam menangani penyebaran virus corona, selalu saja rakyat yang jadi korban. Namun, menguntungkan para pengusaha, terutama para pemilik modal. Melalui Kemenko Perekonomian, pemerintah telah mengkaji hidup new normal ini untuk memulihkan ekonomi pasca pandemi ini. Dan ini akan dilakukan secara bertahap. Jika tahapan-tahapan ini berjalan lancar, harapannya, Indonesia bisa segera keluar dari resesi perekonomian yang disebabkan oleh Covid-19 dalam waktu yang relatif singkat.

Lagi-lagi, masalah ekonomi pun menjadi pertimbangan rezim dan perhatian utama ketika mewacanakan hidup new normal atau berdampingan dengan virus corona. Tanpa lagi memikirkan bagaimana dampaknya buat keselamatan rakyat dan tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menangani penyebaran Covid-19 ini. Mereka rela berkorban walaupun nyawa taruhahnya. Sudahkah pemerintah memikirkan itu semua.

Hidup berdampingan atau berdamai itu artinya masyarakat hidup normal di masa wabah dengan prosedur protokol kesehatan dan harus menyesuaikan diri dengan keberadaan virus corona. Apakah kita bisa hidup menyesuaikan diri dengan virus corona? Sementara pemerintah tidak pernah serius menangani dan menghentikan sebaran virus corona serta menyiapkan sistem kesehatan yang memadai. Itu artinya, nyawa rakyat taruhannya. Rakyat harus menjaga jarak dan kebersihan diri serta meningkatkan imunitas (herd immunity) sendiri.

Meningkatkan herd immunity artinya asupan gizi yang masuk ke tubuh kita harus benar-benar seimbang, memenuhi standar 4 sehat 5 sempurna. Bagaimana bisa rakyat meningkatkan herd immunity dirinya, sementara untuk mencari sesuap nasi pun di tengah pandemi ini begitu sulit.

Wahai para pemanggu kebijakan, tidak bisakah kalian berfikir dengan jernih? Bagaimana nasib kami selanjutnya? Apakah nyawa-nyawa kami begitu murah menurut kalian? Janganlah kalian hanya memikirkan pelaku bisnis yakni para kapitalis/pemilik modal yang sebagian besar pelaku usahanya adalah asing dan aseng. Padahal, asing dan aseng inilah ancaman buat kita.

Kalau kita lihat, jelas sekali, new normal life adalah kebijakan yang hanya menguntungkan para pemilik modal saja, tanpa memperhatikan nyawa rakyatnya sendiri.

Baca Juga