Ngeri, Sejak 2 September, Peringatan Pembantaian di Wamena Sudah Didengungkan TPNPB

Kelompok Separatis TPNPB dukungan OPM di bawah pimpinan Purom Okiman Wenda. (foto: Istimewa)

Jakarta, Akuratnews.com - Peringatan dan ancaman pembunuhan kepada warga non Papua sebetulnya sudah jauh-jauh hari didengungkan oleh Kelompok separatis yang menamakan diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, (TPNPB) besutan Organisasi Papua Merdeka atau OPM yang identik dengan bendera Bintang Kejora.

Ancaman yang mereka keluarkan adalah ancaman pembunuhan dengan penembakan warga non Papua yang masih berada di bumi Cenderawasih itu. Patut diduga pemerintah lengah dalam mengantisipasi segala bentuk serangan termasuk serangan yang mengatasnamakan demonstrasi di beberapa wilayah Papua.

Diketahui, Komando rakyat, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, (TPNPB) di bawah pimpinan Purom Okiman Wenda mengimbau kepada seluruh masyarakat non Papua yang ada di seluruh Tanah Papua, (Sorong-merauke) untuk segera meninggalkan tanah Papua.

Imbauan itu disampaikan melalui telepon seluler kepada redaksi majalahwekonews yang diketahui berdomisili di Papua.

Kepada media massa itu, Purom mengatakan sebelum orang non Papua makan peluruh (ditembak.red) atau mati sia-sia di Tanah Papua Barat, lebih baik segera meninggalkan tanah Papua. Bahkan Puron menyatakan langsung akan melakukan operasi besar-besaran di Lanny Jaya dan Wamena.

“Daerah Lanny Jaya dan Wamena saya akan melakukan operasi perang besar-besaran. Semua pasukan sudah siap perang," Kata Purom lansir majalahwekonews.com tanggal 2 September 2019 lalu.

Ditegaskan Purom “Walaupun kami mendengar dalam pemberitaan melalu media yang mengatakan ribuan TNI/Polri kolonial Indonesia yang sudah dikirim dari Makassar, namun kami sebagai pejuang sejati West Papua, tidak takut, sebab kami adalah pemilik Negeri ini”. katanya.

Selain meminta warga non Papua pergi, Purom juga meminta agar mahasiswa Papua yang ada di seluruh wilayah Indonesia untuk kembali ke tanah Papua.

Bahkan Purom memberikan waktu 1 bulan kepada orang non Papua untuk segera meninggalkan Papua, jika tidak, maka Purom mengancam akan menembak mati mereka.

"Orang pendatang segera pulang kampung ke daerah masing-masing, tinggalkan Tanah Papua, saya kasih waktu dalam satu bulan ini”. Tegas Purom dilansir majalahwekonews pada tanggal 3 September 2019.

Selanjutnya 1 2
Penulis:
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga