Ngeri Ya.. 19 Tahun Usia Cimahi, Semua Walikotanya Diciduk KPK

Cimahi, Akuratnews.com - Tertangkapnya Walikota Cimahi, Ajay M Priyatna oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali memperpanjang catatan pahit bagi aparatur negara kota yang terletak di sebelah barat Bandung ini.

Sebelumnya, Walikota Cimahi sebelumnya yakni Tochija, dan Atty Suharti juga sudah duluan diciduk KPK.

Untuk diketahui, pada 2016 lalu, Walikota Cimahi kedua, Atty Suharti ditangkap KPK bersama suaminya, M Itoch Tochija yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Walikota Cimahi selama dua periode.

Saat itu, KPK menetapkan Atty dan Tochija sebagai tersangka dalam kasus suap terkait pembangunan pasar.

Dengan catatan tersebut, Kota Cimahi yang saat ini baru berusia 19 tahun, seluruh pucuk pimpinan Pemkot Cimahi terlibat kasus korupsi dan diciduk KPK.

KPK sendiri menjelaskan kronologis Tangkap Tangan Ajay M Priyatna (AJM) dimulai saat 26 November 2020, KPK menerima informasi dari masyarakat akan adanya dugaan terjadinya penerimaan sejumlah uang oleh Penyelenggara Negara yang diberikan YH selaku pemilik RSU KB melalui perantaraan CG sebagai perwakilan RSU KB dan YR sebagai orang kepercayaan dari AJM.

Penyerahan uang akan dilakukan pada Jum’at, 27 November 2020 sekitar jam 10.00 WIB di salah satu rumah makan di Bandung.

Selanjutnya CG menemui YR dengan membawa tas plastik putih yang diduga berisi uang tunai dan diserahkan kepada YR. Setelah itu sekitar pukul 10.40 WIB Tim KPK mengamankan CG dan YR.

Tim juga mengamankan pihak-pihak lain di beberapa tempat di Kota Cimahi untuk selanjutnya pihak-pihak yang diamankan beserta uang dengan jumlah Rp425 juta dibawa ke KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil tangkap tangan ini ditemukan uang sejumlah Rp425 juta dan dokumen keuangan dari pihak RSU KB.

"Untuk konstruksi perkaranya, diduga pada 2019, Rumah Sakit Umum KB melakukan pembangunan penambahan Gedung. Kemudian diajukan permohonan revisi IMB kepada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi. Untuk mengurus perijinan pembangunan tersebut, HY selaku pemilik RSU KB bertemu dengan AJM selaku Walikota Cimahi di salah satu Restoran di Bandung," papar Jubir KPK, Ali Fikri.

Atas hal inilah KPK menduga adanya tindak pidana korupsi berupa penerimaan dan atau hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait perizinan di Kota Cimahi Tahun Anggaran 2018-2020.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga