Nicke Widyawati Masuk Jajaran Wanita Paling Berpengaruh Dunia 2020

Nicke Widyawati
Nicke Widyawati

Jakarta, Akuratnews.com - Fortune menobatkan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati sebagai Wanita Paling Berpengaruh di Dunia (Most Powerful Women International).

Nama Nicke Widyawati berada di urutan ke 16 dan mengalahkan sejumlah CEO global dunia, seperti CEO & Direktur Eksekutif Temasek Ho Ching (#20), President Foods and Refreshment, Unilever Hanneke Faber (#23) dan CFO Royal Dutch Shell Jessica Uhl (#29), Presiden Novartis Oncology Susanne Schaffert (#31), hingga CEO, Beauty Procter & Gamble R. Alexandra (Alex) Keith (#34).

Berkat predikat itu, praktis Nicke Widyawati yang lulusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Magister Hukum Bisnis dari Universitas Padjajaran (Unpad) ini menjad wanita Indonesia satu-satunya dalam 50 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia tahun 2020.

"Sebagai CEO dan Dirut Pertamina, Nicke Widyawati memimpin perusahaan dengan pendapatan tahunan lebih dari US$ 54,6 miliar dengan sekitar 32.000 karyawan di seluruh dunia," tulis Riset Fortune terhadap penilaian Nicke Widyawati, seperti dikutip dari media nasional Senin (26/10/2020),

Fortune juga menyatakan Nicke Widyawati yang menjabat Dirut sejak 2018, mendapatkan tugas baru dari Pemerintah Indonesia untuk melakukan transformasi di Pertamiina dengan anak usaha yang melantai di Bursa Efek Indonesia, untuk 2 tahun ke depan.

Wanita kelahiran Tasikmalaya pada tahun 1967 ini juga dianggap berhasil memimpin Pertamina di tengah tantangan pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19, dengan efisiensi biaya dan belanja modal serta menurunkan produksi minyak.

Sebagai informasi Most Powerful Women International merupakan penghargaan Fortune terhadap 50 wanita yang paling berpengaruh dalam dunia bisnis dengan basis perusahaan di luar Amerika Serikat (AS).

Kariernya banyak di lingkungan BUMN, mulai dari bidang konstruksi, listrik, hingga peralatan teknik. Puncaknya, Nicke Widyawati diangkat menjadi PLT Dirut Pertamina, 20 April 2018. Nicke Widyawati menjadi sorotan, karena ia satu-satunya perempuan di jajaran direksi yang diangkat menjadi direktur utama.

Nicke Widyawati memulai kariernya di bidang kontruksi setelah lulus dari ITB. Nicke Widyawati menggondol gelar insinyur Teknik Industri pada usia 24 tahun. Sebelum bekerja di bidang kontruksi di PT Rekayasa Industri (Rekin), Nicke Widyawati sudah mendapat tawaran di perbankan, saat usianya 21 tahun, tepatnya di Bank Duta Cabang Bandung. Nicke Widyawati pun kuliah sambil bekerja.

Setelah lulus kuliah, Nicke Widyawati meninggalkan dunia perbankan dan memilih bidang industri dan kontruksi. Di sinilah ia memulai membangun kariernya yang berhubungan dengan kuliahnya.

Pada awal pekerjaannya ini, Nicke Widyawati banyak bertugas di lapangan. Salah satunya menggarap proyek Pupuk Sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan. Dari Palembang, Nicke Widyawati ditugaskan ke Lhokseumawe, Cilegon, dan Malaysia.

Setelah itu, dengan memiliki pengalaman dan kompetensi, ia pindah ke PT Mega Eltra, perusahaan BUMN yang bergerak di bidang kelistrikan dan peralatan teknik. Di sini mulai mendapatkan tugas yang berat. Nicke Widyawati dipercaya menjadi Direktur Utama PT Mega Eltra.

Tak lama kemudian, ia ditarik ke PLN. Nicke Widyawati ditunjuk menjadi Direktur Pengadaan Strategis 1 PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada 2014 Kariernya tak hanya di sana. Pada Novemver 2017, Nicke Widyawati ditugaskan ke perusahan milik BUMN yang lebih besar yakni Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina).

Nicke Widyawati kemudian diberi kepercayaan menjadi Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina. Selain itu, ia juga merangkap Plt. Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina,

Namun, baru lima bulan di tempat kerja barunya itu, Nicke Widyawati kembali diberi tugas yang lain. Selanjutnya, pada usianya ke 50 tahun, Nicke Widyawati pun di posisi puncak, yakni Dirut Pertamina.

Penulis: Redaksi

Baca Juga