Nurhadi Ditangkap, Kapan Harun Masiku?

Jakarta, Akuratnews.com - Akhirnya, mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi Abdurrahman bersama menantunya, Rezki Herbiyono berhasil ditangkap Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tanpa perlawanan berarti, kedua buronan tersebut dibekuk di sebuah perumahan elit di bilangan Jakarta Selatan.

Saat diinterogasi Tim KPK, Nurhadi mengaku sudah tinggal cukup lama di kawasan tersebut. Dia menyewa tempat itu untuk persembunyian dirinya bersama menantunya.

Nurhadi sendiri ditetapkan sebagi buronan oleh KPK sejak 11 Februari 2020 lalu.

“Terima kasih dan penghargaan kepada rekan-rekan penyidik dan unit terkait lainnya yang terus bekerja sampai berhasil menangkap NHD dan menantunya RH,” kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango, Selasa (2/6).

Nawawi menambahkan, penangkapan ini sekaligus membuktikan bahwa KPK selama ini tidak membiarkan seorang buronan tanpa ada kejelasan.

“Ini membuktikan bahwa selama ini KPK terus bekerja,” ucapnya.

Saat ini, KPK masih menyisakan PR menangkap politisi PDIP, Harun Masiku yang masih buron.

"Jika ternyata Harun masih hidup, tugas KPK segera menciduknya, hidup ataupun mati," tegas Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane di Jakarta, Selasa (2/6).

Untuk diketahui, Nurhadi menjadi buronan KPK bersama menantunya, Rezky Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto. Ketiganya ditetapkan sebagai buronan KPK sejak 11 Februari 2020.

Dalam perkara ini, KPK menerapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (NHD), menantunya Rezky Herbiyono (RHE) dan Hiendra Soenjoto (HS). Diduga mereka melakukan kongkalingkong pengurusan perkara terkait dengan kasus perdata PT. MIT melawan PT. KBN (Persero) pada 2010 silam.

Nurhadi yang ketika itu menjabat Sekretaris MA dan menantunya diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT. MIT dari tersangka Hiendra untuk mengurus perkara peninjauan kembali (PK) atas putusan Kasasi Nomor: 2570 K/Pdt/2012 antara PT MIT dan PT KBN (Persero).

Poses hukum dan pelaksanaan eksekusi lahan PT MIT di lokasi milik PT KBN (Persero) oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara agar dapat ditangguhkan. Untuk membiayai pengurusan perkara tersebut tersangka Rezky menjaminkan delapan lembar cek dari PT. MIT dan tiga lembar cek milik Rezky untuk mendapatkan uang dengan nilai Rp14 miliar.

Nurhadi dan Rezky lantas disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Hiendra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP

Penanganan kasus ini merupakan pengembangan perkara yang berasal dari OTT yang pernah dilakukan KPK pada 20 April 2016 dengan nilai barang bukti Rp50 juta yang diserahkan Doddy Ariyanto Supeno pada Panitera PN Jakarta Pusat Edy Nasution di sebuah hotel di Jakarta. Dari perkara ini KPK berhasil membongkarnya. Ternyata ini merupakan skandal suap yang melibatkan pejabat pengadilan dan pihak swasta dari korporasi besar.

Atas dasar bukti-bukti yang dimiliki, pada 22 November 2016, KPK menetapkan tersangka Eddy Sindoro (swasta). Setelah menjadi DPO dan menyerahkan diri pada 12 Oktober 2019, KPK memproses yang bersangkutan hingga persidangan.

Dalam proses tersebut, KPK menemukan bukti dugaan perbuatan obstruction of justice sehingga menetapkan tersangka baru saat itu yakni Lucas. Proses hukum kasus ini masih berjalan saat ini di tingkat Kasasi.

Setelah mencermati fakta-fakta yang berkembang di penyidikan dan persidangan, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup dalam perkara suap terkait pengurusan perkara yang dilakukan sekitar 2015-2016 dan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajibannya yang tidak dilaporkan dalam jangka waktu maksimal 30 hari kerja ke KPK. Sehingga KPK akhirnya melakukan penyidikan dan menetapkan NHD, HS, dan RHE sebagai tersangka.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga