oleh

Nusron Wahid: Potensi Pengangguran 1,4 Juta Orang Pertahun

Jakarta, Akuratnews.com – Politikus Partai Golkar Nusron Wahid menuturkan setiap tahun, angkatan kerja Indonesia tumbuh 2,8 juta orang. Keterserapan jumlah tersebut dalam dunia kerja menurutnya tergantung pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi berdasarkan asumsi tahun ini sekitar 5,2 – 5,4 persen. Menurutnya, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada masa sekarang hanya mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 250 ribu tenaga kerja dengan asumsi maksimum.

“Berarti yang terserap dalam kesempatan kerja hanya 1.350.000. Padahal tadi stoknya 2,8 juta. Berarti potensi pengangguran baru tiap tahun 1.450.000,” kata Nusron dalam diskusi di Sekretariat Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, Jl. Sultan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (18/9/2018).

Solusinya, ujar dia, hanya satu yakni pertumbuhan ekonomi harus tinggi. “Kalo pertumbuhan ekonominya 8 atau 9 persen baru bisa mengurangi itu. Selama pertumbuhan ekonomi di bawah 6 persen gak bisa,” tukasnya.

Terlebih, dengan adanya revolusi industri 4.0, Nusron mengungkapkan jumlah keterserapan angkatan kerja bakal lebih berkurang, dimana jenis pekerjaan yang biasa dilakukan manusia digantikan oleh teknologi. Salah satu solusi mengatasi pengangguran menurutnya adalah melakukan migrasi.

Hal tersebut juga disebutkan Nusron telah menjadi fenomena masyarakat dunia dimana ratusan juta penduduk bekerja di luar negara asalnya. Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) ini lantas
menegaskan negara tidak boleh melarang masyarakat bekerja ke luar negeri atau memaksa untuk bekerja ke luar negeri.

“Posisi Pemerintah memfasilitasi, melindungi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Nusron menyatakan 1 persen PDB Indonesia sangat tergantung dengan devisa TKI. “Pemerintah dalam hal ini Pak Jokowi mau tidak mau harus lebih serius melakukan pembangunan sumber daya manusia,” pungkasnya. (Yusuf Tirtayasa)

Komentar

News Feed