Kasus Tewasnya Enam Laskar FPI

Nyatakan Ada Pelanggaran, Komnas HAM Rekomendasikan Proses Pidana

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memaparkan proses penyelidikan terkait kasus tewasnya 6 laskar FPI saat konfrensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta. Jumat (8/1/2021). Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memaparkan hasil penyelidikan peristiwa penembakan 6 laskar FPI. foto : Dany Krisnadhi/ANCphoto

Jakarta, Akuratnews.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengumumkan hasil investigasinya terkait kasus tewasnya enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek Km 50, Karawang, Jawa Barat.

Dalam temuannya, Komnas HAM membagi dua konteks tewasnya enam anggota laskar FPI. Konteks pertama, dua anggota laskar FPI tewas ketika bersitegang dengan aparat kepolisian dari Jalan Internasional Karawang Barat sampai Tol Jakarta-Cikampek Km 49.

Sedangkan soal tewasnya empat anggota laskar FPI lainnya, Komnas HAM menyebut hal tersebut masuk pelanggaran HAM.

"Terdapat empat orang yang masih hidup dalam penguasaan petugas resmi negara yang kemudian juga ditemukan tewas," ujar Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam dalam konferensi pers di kantor Komnas HAM, Jumat (8/1).

"Peristiwa tersebut merupakan bentuk dari peristiwa pelanggaran hak asasi manusia," imbuh Anam.

Atas hal itu, Komnas HAM merekomendasikan kasus ini harus dilanjutkan dengan proses hukum pidana untuk mendapatkan kebenaran materiil lebih lengkap demi keadilan.

"Proses hukum tidak boleh dilakukan di internal, harus peradilan umum. Harus dilakukan pendalam penegakan hukum terhadap orang-orang yang ada di dalam mobil Avanza hitam B 1759 PWI dan Avanza silver B1278 KGB," ucap Anam.

Komnas HAM juga mencatat, terdapat sejumlah rentetan eskalasi ketegangan dan tindakan kekerasan sepanjang perjalanan rombongan laskar FPI dari Sentul di Bogor hingga Karawang.

"Kami mendapatkan konteks eskalasi dalam peristiwa tersebut, ekskalasi ketegangan dan tindakan kekerasan," jelas Anam.

Eskalasi pertama berupa eskalasi rendah dari Sentul sampai gerbang keluar pintu Tol Karawang Timur. Eskalasi rendah ini menunjukkan belum adanya gesekan antara mobil FPI dan mobil petugas. Dalam tahap ini, kedua mobil masih berjarak satu sama lain.

Kemudian eskalasi sedang yang dimulai dari gerbang keluar Tol Karawang Timur sampai menuju flyover Hotel Swiss-Bellin Karawang. Dalam eskalasi ini mulai terjadi gesekan mobil dan kedua mobil sudah mulai berjarak dekat.

Selanjutnya, eskalasi tinggi yang dimulai dari Hotel Swiss-Bellin, pintu masuk Tol Karawang Barat sampai KM 49 Tol Jakarta-Cikampek.

"Eskalasi tinggi mulai ada dugaan benturan mobil dan tembakan," kata Anam.

Seperti iketahui, dalam kasus ini, enam anggota laskar FPI tewas ditembak anggota Polda Metro Jaya setelah diduga menyerang polisi pada 7 Desember 2020 dini hari. Dalam rekonstruksi pada Senin (14/12) dini hari, polisi menggambarkan bahwa anggota laskar FPI yang terlebih dahulu menyerang dan menembak polisi saat kejadian.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi
Photographer:Dhanny

Baca Juga