OJK Dorong Akselerasi Inklusi Keuangan Kebangkitan UMKM Serta Pemulihan Ekonomi

Semarang, Akuratnews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dukung Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Tengah untuk menjadi katalis inklusi keuangan, pemulihan ekonomi, dan kebangkitan UMKM.

Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Aman Santosa menyampaikan, bahwa walaupun kondisi sosial masyarakat saat ini masih dibayang-bayangi Covid-19, upaya OJK bersama TPAKD untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta pemulihan ekonomi tidak surut.

“Banyak sekali kegiatan TPAKD yang dilakukan baik secara online maupun tatap muka”, ungkap Aman dalam rapat koordinasi dan pleno TPAKD Se- Jateng yang diselebggarakan secara virtual di Semarang, kemarin.

Rapat koordinasi dengan tema “Akselerasi Inklusi Keuangan, Kebangkitan UMKM, dan Pemulihan Ekonomi” yang dihadiri Bupati/Walikota serta Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah tersebut dibuka oleh Plh. Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo.

Prasetyo menyampaikan, Jawa Tengah kedepan menjadi penyumbang pertumbuhan nasional, karena perbaikan infrastruktur, kawasan industri yang makin bertumbuh dan perang UMKM yang makin besar di dalam porsi pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

“Hadirnya TPAKD sendiri adalah untuk mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam rangka mendukung perekonomian daerah”, tutur Prasetyo.

TPAKD, lanjut dia, juga perlu mencari terobosan dalam rangka membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat di daerah. “TPAKD adalah forum multi stakeholders yang saling bisa memberikan saran, masukan dan kritik untuk mendorong inklusi dan literasi keuangan”, kata Prasetyo.

Program unggulan TPAKD diantaranya Gerakan AYO JATENG MENABUNG bersama Baznas dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Program ini melanjutkan komitmen serta dukungannya dalam peningkatan inklusi keuangan dan percepatan akses keuangan kepada masyarakat, khususnya di Jawa Tengah dengan memberikan bantuan pendidikan kepada pelajar tingkat SMP dan SMA dalam bentuk tabungan sebanyak 11.000 rekening. Atas hal tersebut, tahun ini Provinsi Jawa Tengah memperoleh penghargaan sebagai provinsi terbaik dalam implementasi Program Simpanan Pelajar (Simpel) tingkat nasional.

Khusus untuk UMKM, tambahnya, telah direalisasikan program UMKM BANGKIT, yang merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi atas berbagai sumber daya dalam ekosistem pengembangan UMKM. Program ini bertujuan mengakselerasi pemulihan ekonomi serta mendukung kebangkitan UMKM di Jawa Tengah. Sasaran program ini yaitu dukungan kemudahan akses pembiayaan UMKM, peningkatan kapasitas pemasaran secara digital, peningkatan kualitas produksi dan manajemen UMKM, asistensi perizinan, dan pengembangan platform digital “UMKM Bangkit”.

Ludy Arlianto, kepala OJK Tegal yang hadir pada Rakor tersebut, menyampaikan kedepan kegiatan business matching bisa dilakukan secara online melalui platform https://umkmbangkit.id. Business matching ini tidak terbatas pada Business to Business, namun juga Business to Government.
Program unggulan berikutnya, Sistem Informasi Akses Keuangan Daerah Terintegrasi atau dikenal dengan SRIKANDI.

"Srikandi merupakan sistem yang bertujuan memberikan informasi secara menyeluruh, mengenai perkembangan lembaga jasa keuangan, jaringan layanan lembaga jasa keuangan, dan program serta produk-produk lembaga jasa keuangan, seperti Kredit Usaha Rakyat dan Kredit Ultra Mikro yang dapat masyarakat akses secara mudah, melalui aplikasi yang dapat diunduh melalui Play Store, tpakdjateng.org atau WhatsApp 081 126 00051."

Dijelaskan Aman, kredit Pemulihan Ekonomi melalui UMKM, skema pembiayaan dengan bunga rendah yang dilaksanakan oleh Bank Pasar, seperti Kredit Melati di Surakarta, Kredit Berkah di Tegal, Kredit SI MIKI dan K0MPAK di Kebumen, Kredit Pro Master di Magelang, Kredit Laku Semar di Banyumas, Kredit Nongol di Pekalongan, Kredit Amanah di Pemalang, Kredit Wibawa di Semarang dan Kredit Bersubsidi di Klaten.

"Saya mengapresiasi kontribusi Industri Jasa Keuangan yang telah berperan aktif, dalam mengimplementasikan program Pemulihan Ekonomi Nasional khususnya di Jawa Tengah," katanya.

Konteks membangkitkan UMKM di Jawa Tengah, lanjutnya, tetap menjadi poin yang masih sangat relevan dan harus diperjuangkan untuk menjadi program TPAKD Tahun 2021, karena 80 % angkatan kerja Jawa Tengah berada pada sektor UMKM.

"Oleh karena itu, Keempat program unggulan tersebut ditujukan untuk mendukung perluasan akses keuangan, pertumbuhan UMKM dan pemulihan ekonomi Jateng," pungkas Aman.

Penulis: Suparman

Baca Juga