Ojol Tak Perlu Khawatir Dikejar Debt Collector, Hari Ini Keringanan Kredit Berlaku

Jakarta, Akuratnews.com - Para pengemudi ojek online (ojol) hingga kini masih ditagih kredit oleh debt collector. Presiden Joko Widodo mengatakan, akan memberikan keringanan kredit kepada sektor informal yang terdampak virus Korona, terutama driver ojol.

Kepala Negara memastikan jika kebijakan keringanan kredit untuk pekerja informal mulai berlaku April. Bahkan aturan tentang keringan kredit ini pun sudah rampung dan siap diterapkan pada 1 April 2020.

"Sudah saya konfirmasi ke OJK dimulai bulan April ini sudah efektif. Saya juga telah menerima peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini khusus yang berkaitan dengan kredit tadi. Artinya sekali lagi bulan April ini sudah bisa berjalan," ujar Presiden Jokowi.

Soal teknisnya, Presiden Jokowi menyebut keringanan diberikan untuk pekerja informal yang memiliki penghasilan harian dengan kredit di bawah Rp10 miliar. Adapun keringanan kredit selama 1 tahun ini diutamakan bagi Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), pengemudi ojek online yang memiliki tanggungan kredit motor dan pengemudi taksi online yang memiliki kredit mobil.

Presiden juga mengingatkan dengan melarang perbankan atau leasing menagih menggunakan jasa debt collector.

"Perihal keringanan pembayaran kredit. Bagi para pekerja informal baik itu ojek online, supir taksi dan pelaku UMKM nelayan dengan penghasilan harian dengan kredit di bawah 10 miliar," tutur Jokowi.

Keringanan kredit itu, masyarakat tidak perlu mendatangi perbankan atau perusahaan leasing untuk menanyakan detailnya. Hal ini dilakukan demi menjaga physical distancing di tengah meluasnya wabah virus Korona.

"Telah ditetapkan prosedur tanpa harus datang ke bank atau leasing cukup melalui email atau komunikasi digital seperti WhatsApp (WA)," pungkas Presiden Jokowi.

Penulis: Redaksi

Baca Juga