Oknum LSM Warga Sidoarjo di Amankan Polres Gresik

Dua Tersangka Oknum Anggota LSM Lipan saat digelandang di Mapolres Gresik. Foto: Samsul Arifin / Akuratnews.com

Gresik, Akuratnews.com - Hati -hati oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kerap berulah melakukan pemerasan dengan modus konfirmasi. Hal tersebut kembali terjadi di Kabupaten Gresik Jawa Timur. Pasalnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik berhasil mengamankan dua oknum anggota LSM Lembaga Investigasi Pemantau Aset Negara (Lapin) tersangka yakni, Micel Panjaitan (58) selaku Ketua LSM Lipan warga Perum Mutiara Citra Graha 1 No. 5 Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo dan Jhonson Pargaulan sebagai anggota (50) warga Perum Sidokare Indah Blok R No. 12 Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro mengungkapkan, pihaknya menetapkan kedua oknum LSM sebagai tersangka, setelah mendapatkan cukup bukti dan juga melakukan serangkaian pemeriksaan maupun keterangan saksi-saksi, dengan laporan polisi nomor LP/339/VIII/2019/Polres Gresik, tertanggal 12 Agustus 2019.

"Awalnya mereka hendak melakukan konfirmasi terkait pengadaan belanja pemeliharaan rumah dinas Bupati Gresik yang dipecah-pecah, sehingga menghindari lelang," terang, Kapolres Gresik Wahyu S Bintoro pada sejumlah media dihalaman Mapolres Gresik hari Rabu (14/08/2019).

Selanjutnya tersangka mendapatkan penjelasan oleh korban Sukardi, apabila pengadaan sudah dilakukan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa.

Kemudian pelaku mengajak koordinasi dengan korban, dalam pembicaraan mereka meminta uang sejumlah Rp 50 juta namun hanya disanggupi Rp 5 juta.

"Kemudian kami dan pihak Kejaksaan dihubungi, untuk selanjutnya dilakukan pengamanan,"ungkap Kapolres Gresik.

Pelaku diamankan oleh petugas atas laporan tindak pidana pemerasan oleh korban kepala Bagian Umum (Kabag Umum) Sekda Pemkab Gresik, Sukardi

Dari tangan tersangka petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni, identitas pelaku, surat permohonan dan jawaban terkait klarifikasi, berita acara, uang tunai Rp 5 juta, serta empat handphone milik kedua tersangka yang digunakan untuk melancarkan aksinya.

Atas perbuatanya pelaku dikenakan Pasal 368 KUHP dan Pasal 378 KUHP tentang pemerasan dan penipuan dengan ancaman hukuman sembilan dan empat tahun penjara.

Penulis: Samsul Arifin
Editor:Redaksi

Baca Juga