Oknum Polisi yang Diduga Memeras Perajin Jamu di Cilacap Sudah Diperiksa Mabes Polri

Cilacap, Akuratnews.com - Menindaklanjuti laporan ratusan perajin dan pekerja jamu tradisional, karena merasa diperas oleh sosok yang diduga oknum Polri berinisial "AW" dengan pangkat AKBP , hingga sampai menggelar aksi unjuk rasa di lapangan Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, pada 5 Oktober 2020 lalu, pihak Mabes Polri langsung bergerak cepat melakukan penindakan terhadap terduga oknum polisi tersebut.

Menurut Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono, kepada wartawan melalui pesan telepon, pada Jumat 16 oktober  2020,  bahwa sudah dilakukan pemeriksaan terhadap AKBP "AW" oleh Paminal Polri.

"Yang bersangkutan sudah diperiksa oleh Paminal dan sekarang sudah dilimpahkan ke Wabprop untuk diperiksa sebagai terduga pelanggar KEPP," ujar Brigjenpol Awi, jumat (16/10).

Lebih lanjut Brigjen Pol Awi Setiyono menyatakan oknum AKBP "AW" masih terduga anggota Polri yang melanggar aturan Perkap Kapolri No. 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai terduga pelanggar KEPP , terkait penyalahgunaan wewenang dan merendahkan martabat Polri," ujar Brigjen Pol Awi.

Sebelumnya, kepastian adanya laporan yang masuk ke pihak Mabes Polri terkait dugaan pemerasan terhadap ratusan perajin dan pekerja jamu tradisional di Cilacap juga diakui kebenarannya oleh Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, pada Selasa, 6 Oktober  2020 lalu, bahkan pihak Polri langsung melakukan penyelidikan terhadap oknum tersebut.

“Iya, sedang dilidik kebenarannya,” ucap Argo saat di Jakarta, pada Selasa 6 Oktober 2020.

Lebih lanjut Argo menegaskan Polri tentu saja akan melakukan penindakan terhadap siapa pun tanpa memandang status, bahwa  jika benar terlibat pemerasan, maka anggotanya akan ditindak.

“Kalau salah, ya ditindak,” tegas Argo.

Sementara itu akibat merasa diperas oleh sosok yang diduga oknum Polri berinisial "AW" dengan pangkat AKBP, ratusan pengrajin dan pekerja jamu tradisional menggelar aksi unjuk rasa di lapangan Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, pada Senin, 5 Oktober 2020 lalu.

Para Perajin jamu ini berharap, agar Divisi Propam Mabes Polri bisa secara terang benderang mengungkap uang 16 M dari sekian banyak korban jamu yang ditangkap lepas lalu damai dengan uang tanpa salah apapun.

“Kami sebagai pengrajin jamu sangat berterimakasih kepada Div Propam Mabes Polri,” ujar sumber kepada redaksi , Rabu 7 oktober 2020.

Penulis: Redaksi

Baca Juga