Omnimbus Law Belum Menjadi Target Selesai di 2020

Suasana Rakor Badan Legislasi DPR RI, Selasa (30/6).

Jakarta, Akuratnews.com – Sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) yang masuk dalam Program Legislasi Nasional 2020 menjadi pembahasan di masing-masing Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).  Bagi Badan Lesgislasi, Omnimbus Law menjadi tugas yang diemban dalam penyelesaiannya, khususnya untuk Rancangan Undang-Undang tentang Cipta Kerja, di mana dalam Prolegnas RUU Prioritas 2020 adalah Rancangan Undang-Undang tentang Cipta Lapangan Kerja.

Pimpinan Badan Legislasi DPR RI Supratman Andi Agtas mengatakan, untuk Omnibus Law pihaknya saat ini menyelesaikan baru di riset dan inovasi, yang rencananya akan dilanjutkan kembali.

"Masih tersisa bab 9, 10, 3, 4, itu. Jadi masih panjang, masih banyak yang belum dibahas,” ujarnya kepada redaksi akuratnews.com, di gedung parlemen, sesaat memimpin rapat Badan Legislasi DPR RI, Selasa, (30/6).

“Tidak mungkin di Peripurnakan saat ini,” tambahnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, untuk Data Inventaris Masalah (DIM) sudah selesai dilakukan. Namun, berdasarkan apa yang akan dibahas. “Kami berharap DIM-nya segera masuk secara utuh,” ungkapnya.

Dia memaparkan, untuk pembahasan Omnimbus Law pihaknya baru menyelesaikan konsideran, kemudian Bab I Ketentuan Umum, Bab II Maksud dan Tujuan, Kemudian Bab V tentang UMKM dan Koperasi, Bab VII tentang Riset dan Inovasi.

“Untuk Bab VII masih terpending. Kita pending. Hari Rabu kita akan masuk di Bab tentang Project Strategis pemerintah dan kawasan ekonomi khusus yang Bab III dan seterusnya. Kecuali yang Cluster IV tenaga kerja masih sampai saat ini kita pending,” terangnya.

Menjawab target penyelesaian, Supratman menegaskan DPR tidak memiliki target dalam setiap penyelesaian Undang-Undang, khususnya terkait Omnimbus Law. Hal ini dengan alasan seluruhnya mengikuti kesepakatan fraksi-fraksi yang ada di DPR.

“Kalau DPR tidak ada target, tergantung kesepakatan fraksi-fraksi walaupun pemerintah menginginkan ada target itu. Kita realistis menyangkut soal-soal pembahasan,” pungkas Politisi Parta Gerinda ini.

Penulis:

Baca Juga