Optimis Konggres AS Sepakati Stimulus Ekonomi, Dolar AS Melemah

Dolar
Dolar

AKURATNEWS - Dolar AS sebagai tempat berlindung yang aman turun – safe haven, pada perdagangan di hari Senin (05/10/2020) sementara sejumlah mata uang yang dianggap sebagai asset berisiko lebih unggul karena optimisme bahwa anggota parlemen AS akan menyetujui stimulus baru untuk menumpulkan dampak ekonomi dari virus korona. Para investor juga menunggu pembaruan tentang tingkat keparahan gejala COVID-19 Presiden Donald Trump.

Bursa saham AS disisi lain melakukan reli pada hari Senin karena harapan stimulus dan ketika Trump mengatakan dia akan keluar dari rumah sakit tempat dia menjalani perawatan di hari keempat setelah terserang virus tersebut.

Pasar beranggapan bahwa cepat atau lambat stimulus fiskal akan terwujud setelah data yang terus menunjukkan ekonomi AS yang moderat. Optimisme tersebut didukung oleh Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows, yang mengatakan masih ada potensi kesepakatan di antara anggota parlemen di Washington tentang bantuan ekonomi yang lebih banyak, dan bahwa Trump berkomitmen untuk menyelesaikan kesepakatan.

Sebaliknya, kegagalan mencapai kesepakatan, bagaimanapun, kemungkinan akan menjadi positif untuk dolar, yang pada hari Senin turun 0,32% terhadap sekeranjang mata uang utama. Ada sebagian pelaku pasar yang menilai prospek stimulus sebelum pemilu masih sangat rendah. Pandangan yang demikian ini memudarkan kelemahan dolar yang kami lihat hari ini, dan khususnya terhadap beberapa mata uang berisiko lebih tinggi ini seperti dolar Australia.

Pada perdagangan mata uang, pasangan EURUSD naik 0,50% menjadi $ 1,1774, ini merupakan posisi tertinggi sejak 21 September. Dolar Australia naik 0,17% menjadi $ 0,7174. Poundsterling naik 0,35% menjadi $ 1,2976.

Diagnosis COVID-19 Trump menambah lapisan ketidakpastian lain pada pemilihan presiden AS 3 November, dan apa artinya bagi greenback. Trump mengatakan dia akan meninggalkan rumah sakit militer AS tempat dia dirawat karena COVID-19 pada Senin malam, menambahkan bahwa dia merasa "sangat baik." Federal Reserve AS akan merilis risalah dari pertemuan September pada hari Rabu dan Bank Sentral Eropa akan merilis risalah pertemuan terbaru pada hari Kamis.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan kepala eksekutif UE, Ursula von der Leyen, sepakat melalui panggilan telepon pada hari Sabtu untuk meningkatkan pembicaraan Brexit guna menutup "celah signifikan" yang menghalangi kemitraan perdagangan baru.

Tidak ada konsensus yang jelas tentang bagaimana dolar harus diperdagangkan pada tingkat ketidakpastian politik seperti ini di AS.

Penulis: Luqman Hqeem

Baca Juga