PA 212 Merasa Dikhianati Oleh Prabowo

Persaudaraan Alumni (PA) 212 merasa kecewa dengan sikap Prabowo yang bersedia menjadi menteri dalam pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Senin siang (21/10) menyatakan siap menjadi menteri di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hal itu disampaikannya kepada wartawan seusai dipanggil menemui presiden di Istana Kepresidenan.

“Saya diminta membantu beliau (Jokowi.red) di bidang pertahanan. Jadi tadi beliau memberi beberapa pengarahan dan saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan,” ujarnya.

Prabowo Subianto adalah salah seorang yang dipanggil presiden hari Senin.

Menanggapi hal itu, juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin merasa kecewa dengan sikap Prabowo yang bersedia menjadi menteri dalam pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Persaudaraan Alumni 212 merupakan salah satu penyokong pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada pemilihan presiden 2019.

Melansir dari VOA, Selasa (22/10/2019), Novel mengatakan sebenarnya pihaknya tidak menutup sama sekali adanya rekonsiliasi jika saja hal itu dikomunikasikan secara baik oleh Prabowo sebelum bergabung dengan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Rekonsiliasi tersebut, tambahnya, tentu saja harus disertai sejumlah syarat.

Ditambahkannya, pasca putusan Mahkamah Konstitusi terkait hasil pemilu 2019 yang kala itu menolak gugatan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mantan Danjen Kopassus dinilai tidak beritikad baik untuk membangun komunikasi dengan persaudaraan alumni 212 maupun GNPF MUI.

Persaudaraan Alumni 212, kata Novel, merasa dikhianati oleh Prabowo. Padahal dukungan yang mereka berikan telah sangat menguntungkan Prabowo, dan juga partai Gerindra.

“Pada situasi saat ini sepertinya sudah kami menutup dukungan atau melepaskan diri dari Prabowo. Yang kami sesalkan suara kami dikhianati untuk ditukar kursi dan jabatan oleh Prabowo” tegas Novel.

Novel ingin melihat apakah ada itikad baik atau tidak dari Prabowo dalam masa 100 hari kerjanya untuk merealisasikan apa yang diinginkan para ulama; antara lain agar semua ulama yang ditangkap dapat di-SP3-kan, menghentikan kriminalisasiulama dan segera memulangkan Ketua FPI Rizieq Shihab.

Penulis: Redaksi
Editor:Redaksi

Baca Juga