PA 212 Minta Prabowo Pulangkan Habib Rizieq, Gerindra Sebut Permintaan Itu Tidak Relevan

Prabowo Subianto. (foto istimewa)

Jakarta, Akuratnews.com - Presidium Alumni (PA) 212 meminta Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk memulangkan Rizieq Shihab dalam 100 hari kerjanya. Merespons hal tersebut, Partai Gerindra justru menyebut permintaan itu tidak relevan.

Wakil Ketua Umum Partai Gerinda Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, tidak ada relevansinya permintaan PA 212 kepada Menhan Prabowo untuk memulangkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ke Tanah Air.

Pasalnya, kata Dasco, tugas Prabowo bukan untuk memulangkan warga negara yang berada di luar negeri seperti Rizieq. "Bahwa kaitannya dengan Habib Rizieq, saya rasa tidak ada relevansinya dengan Kementerian Pertahanan," kata Dasco di Gedung DPR/MPR/DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Seperti diberitakan, Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin mengatakan, salah satu yang paling penting dari pekerjaan Prabowo adalah memulangkan Rizieq Shihab yang saat ini berada di Arab Saudi ke Indonesia. Prabowo telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi bagian Kabinet Indonesia Maju, Rabu (23/10) kemarin.

Hubungan Prabowo dengan PA 212 terbilang erat. Pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019, Prabowo sebagai calon presiden (capres) nomor urut 02 pernah meneken pakta integritas yang disodorkan forum Ijtima Ulama II Gerakan Nasional Pengawal Fatwa atau GNPF.

Pakta integritas itu berisi 17 poin, yang salah satunya berisi kesanggupan Prabowo memulangkan dan menjamin Rizieq Shihab apabila terpilih menjadi presiden. Dalam kontestasi Pilpres 2019, Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno kalah dari pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Dasco mengatakan, Gerindra sudah melakukan pendekatan ke Pemerintah untuk memulangkan Rizieq ke Tanah Air. Bahkan, klaim Dasco, Prabowo sudah membicarakan hal tersebut jauh-jauh hari dengan Presiden Jokowi saat bertemu di MRT Senayan.

"Upaya-upaya untuk melakukan pemulangan dengan pendekatan kepada pihak pemerintah, sudah kami lakukan," jelas Dasco.

Hanya saja pada kondisi terkini, Dasco mengakui belum tahu apakah Prabowo telah melakukan pendekatan kembali ke Jokowi untuk memulangkan Rizieq.

"Kalau itu, saya tidak tahu apakah akan diusahakan kembali atau tidak. Saya belum mendengar langsung dari beliau (Prabowo). Nanti akan saya tanyakan," pungkasnya.

Rizieq Shihab hingga hari ini masih menetap di Arab Saudi. Ia berada di sana sejak 2017, setelah tersangkut dua kasus hukum. Kasus pertama terkait dugaan penistaan Pancasila yang ditangani Polda Jabar.

Kasus kedua terkait dugaan percakapan diduga pornografi dengan Firza Husein yang ditangani Mabes Polri. Pada tahun 2018, polisi telah menerbitkan surat pemberhentian penyidikan perkara (SP3) atas dua kasus yang menjerat Rizieq tersebut.

Penulis: Redaksi
Editor:Redaksi

Baca Juga