Pabrik Digunakan Merakit Body, Mesin “Nempel” di Kerangka Saat Impor? kata Akun Gerindra

Foto Net

Jakarta, Akuratnews.com - Ramai publik dikejutkan dengan peluncuran mobil Esemka yang diberi nama Bima. Mobil ini digadang-gadang sebagai produk dalam negeri dengan unsur komponen mencapai 20-80 persen dan Pabriknya, PT Solo Manufaktur Kreasi (PT. SMK) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, telah diresmikan Presiden Joko Widodo, Jumat kemarin (6/9/2019).

Namun perlu diingat, meski diresmikan oleh Presiden, tetapi PT. SMK selaku produsen mobil Esemka adalah perusahaan nasional yang sepenuhnya dimiliki oleh swasta.

Saat peresmian kemarin, Jokowi menyatakan Esemka bukanlah mobil nasional, namun sebagai produk dalam negeri, kehadirannya memberikan efek penting bagi pergerakan ekonomi.

Publik pun heboh, sebagaimana dilansir situs politik, Twit Jokowi soal itu ditanggapi oleh admin @Gerindra yang dikelola oleh DPP Partai Gerindra.

Disebutkan, produsen menggunakan komponen yang didatangkan dari China, pabrik hanya menjadi tempat perakitan mobil.

"Pabrik di Boyolali digunakan untuk merakit komponen bodi dan interior. Sedangkan mesin sudah terpasang pada rangka pada saat diimpor," tulis admin @Gerindra.

Selayaknya produsen mobil Jepang, mereka mendirikan pabrik perakitan mobil mereka untuk produk yang tidak saja dijual di Indonesia namun juga untuk negara-negara tetangga. Pabrik perakitan tentu beda dengan pabrik pembuatan. Sebab untuk produksi mesin mobil, terbanyak tetap dilakukan di Jepang.

Untuk diketahui, selain mobil pikap Esemka Bima, ternyata ada tiga jenis mobil Esmeka lain yang turut ditampilkan dalam peresmian tersebut, ketiganya berjenis SUV, diberi nama Garuda 1, Rajawali dan Moose yang disebut-sebut bakal menjadi pesaing bagi Pajero Sport maupun Fortuner.

Ekonom sekaligus Pengamat ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy mengkomentari peluncuran keempat Mobil Esemka tersebut.

Noorsy meragukan jika mobil itu merupakan karya anak bangsa Indonesia sebab identik dengan mobil produksi pabrikan asal China, Foday untuk line up SUV, Garuda 1 dan produksi Changan Automobile dengan line upnya Star Truck untuk Pikap yang mirip Esemka Bima.

Menurutnya, kehadiran Esemka Bima yang ditengarai banyak kalangan sebenarnya mobil dari China adalah bukti bahwa persaingan bisnis industri otomotif di Indonesia makin ketat dan tetap menggiurkan sambil terus mendikte kebijakan Indonesia.

"Mana lebih dulu, mobil Esemka Bima atau atau Star Truck Changan?" Tandasnya.

Penulis: Hugeng Widodo
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga