Mufti Lembaga Keadatan Jayakarta

Pahlawan Betawi yang Terlupakan, KH. Ratu Bagus Syah Ahmad Syar’i Mertakusuma

KH. Ratu Bagus Syah Ahmad Syar'i Mertakusuma. (foto istimewa)

1) Mempersatukan kembali Kaum Betawi di bawah Pembinaan Kaun Betuwe Jayakarta, supaya Kaum Betawi yang sudah bertebaran dan sudah tiada difahami lagi warnanya menjadi satu kerukunan dan ‘Adat Istiadat Kaum Butuwe Jayakarta” yang mulus.

2) Melakukan pertentangan terhadap gejala-gejala yang timbul dalam kurun tahun itu, dimana sudah terdapat kesimpangsiuran istilah BETAWI yang disandangkan kepada KAUM MUHAJIRIN ASING, terutama yang non Islam. Bahwa dengan tegas PKKB menentang aliran KAUM BETAWI dari golongan SNOFLIET dan WIJHAMER.

a. SNOFLIET menyandang IDIOLOGI POLITIK MARXISME – KOMUNISME.

b. WIJHAMER menyandang IDIOLOGI POLITIK NASIONALISMENYA Dr. SOEN YAT SEN. Kemudian terkenal dengan nama PAH WONGO dengan IDIOLOGI GENERALISMO TSIANG KAI-SEK.

c. Dari fihak Policy Pemerintahan Gemente Batavia, sedang melancarkan Kampanye dengan tujuan untuk mendapatkan dukungan dar massa rakyat di kawasan BATAVIA dan menindas KAUM PUNTI/ASLI JAYAKARTA yang bernama BETAWI. KAMPANYE itu ialah memberikan penafsiran yang keliru, bahwa BETAWI itu asalnya dari nama BATAVIA. Dengan Idialisme seperti itu fihak Kolonial Belanda akan menciptakan kehidupan SOSIAL BATAVIA seperti Kehidupan SOSIAL DI KOTA SINGAPURA. Mereka akan menggantikan TSAQOFAH ISLAMIAH kepada peradaban baru dari pengaruh Nasrani.

3) Hubungan dengan Kaum Politisi Nasional yang pada zaman itu sudah dirintis oleh BOEDI OETOMO Cabang Weltervreden sudah mulai akrab. Beberapa kali sudah diadakan pertemuan, antara PKKB dengan pimpinan Cabang Boedi Oetomo dengan bertempat di KAMPUNG KEPU, rumah MUHAMMAD ROYANI, di KAMPUNG KRAMAT KRAMAT, rumah penghulu AL HAJ SYAFRI, dan di Kampung Cikini, rumah M. Zailani. Para pimpinan Boedi Oetomo telah banyak memberikan info bahwa Kerajaan Belanda di Nederland sedang goyah, disebabkan akan meletusnya Perang Dunia ke I, mereka telah mengadakan rencana, apabila fihak sekutu Nederland beroleh kekalahan, maka Pejuang Nusantara telah siap untuk MELAKUKAN PEREBUTAN KEKUASAAN atas pemerintahan KOLONIAL NEDERLAND INDIE.

4)Kaum Betuwe Jayakarta dibawah pimpinan MAJELIS AL FATAWI dan pelaksanaannya oleh PKKB telah mendirikan ORGANISASI PEMBERONTAKAN yang diberikan nama “KI DALANG”. Jika zamannya PENDEKAR PITUAN PITULUNG (PITUNG) pemimpinnya terdiri dari 7 (TUJUH) orang, maka pada zaman “KI DALANG” terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu :

a. KI SAMA’UN , yang berpusat di Teluk Naga Kampung Melayu Tangerang (kini masuk wilayah Provinsi Banten)

b. KI SYAR”IE (KH AHMAD SYAR”IE MERTAKUSUMA), berpusat di Bambu Larangan Cengkareng Jakarta Barat.

c. KI ABDUL KARIM DAIM, berpusat di Kampung Duri Gang Jamblang.

Pemberontakan “KI DALANG” (asalnya dari istilang DALLA, artinya PENUNJUK, PEMBIMBING,ataupun PEMBINA). Pemberontakan dimulai pada bulan Maulud 1332 Hijriah, ataupun bersamaan dengan bulan Maret 1914 Masehi.

Dengan diletuskannya pemberontakan pada bulan Maret TAHUN 1914 itu telah dapat menggagalkan aktivitas Partai Komunis, dimana mereka sedang mencari dukungan kepada Kaum Buruh S.S Kereta Api yang akan dimulai di Tangerang. Sebab jika rakyat yang terdiri dari Kaum Buruh Kereta Api sudah dipengaruhu fihak Komunis, maka berarti perjuangan Kaum Punti/Kaum Asli Bangsa Nusantara akan lumpuh, Alasan itu sebagai berikut :

Kekuasaan Sosial Politik Boedi Oetomo yang sedang merintis kegiatan kebangsaan Universal Nusantara dikalangan Kaum Ningrat Solo dan Yogya akan lumpuh. Kelumpuhan itulah yang paling diharapkan oleh TUAN HORGRONYE dan VAN DER VLAS. Terutama sejak Gubernur Jenderal J.B Van Heutsz, A.W.F, Idenburg, dan sampai pada jaman itu, G.J J.P. Van Limburg Stirui (1904 – 1916/1921).

PKI akan menjadikan Kaum Ningrat Jawa sebagai titik bidik yang serius. Jika Kaum Ningrat itu telah kehilangan pedoman hidup karena telah dilanda rakyat yang anti Pejuang dikawasan itu, maka dengan mudah RUMPUN KEADATAN dikawasan lainnya juga menjadi lumpuh.

Kekuatan Sosial Politik Boedi Oetomo Cabang Wiltervreden yang paling banyak dipengaruhi oleh Mujahidin Kaum Betawi Yang Islamistis. Jika PKI pada zaman itu telah mempunyai pengaruh yang kuat, maka rakyat tidak ada lagi yang suka beribadah menurut ajaran Islam, karenanya maka “Jiwa Dendam” kepada penjajah Belanda akan sirna dan jika JAYAKARTA lumpuh, maka lumpuhlah seluruh Jiwa berkorban JIHAD AL WATHON NUSANTARA.

Perlu diketahui, bahwa PKI (Partai Komunis Indonesia) sebetulnya ada di Negeri Belanda dan berkiblat kepada Russia.

5) Melakukan Kegiatan Syiar Keadatan Kaum Betawi Jayakarta, demi menggalang kekuatan Kaum Muslimin supaya Agama Islam tidak dirusak oleh Kolonial Belanda melalui antek anteknya yang sudah mendapatkan Besluit dari Pemerintah Gemente Batavia.

Selanjutnya 1 2 3 4 5
Penulis: .....
Editor: Hugeng Widodo

Baca Juga