Paksa Rekam Video Call Seks Dengan Anak di Bawah Umur, Pria Ini Diciduk Polisi

Jakarta, Akuratnews.com - Subdit IV Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkapan tidak pidana acaman dan pornografi anak melalui media elektronik

Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Iwan Kurniawan menjelaskan, berawal saat korban berkenalan dari aplikasi game online dengan tersangka bernama Defan.

Saat berkomunikasi dengan korban, Defan meminta korban melakukan video call sex dan direkam tampa sepengetahuan korban.

"Tersangka Defan juga melakukan ancaman menyebar video tersebut bila korban bila tidak menuruti permintaannya.

Tersangka Defan ditangkap pihak kepolisian pada 16 Juli 2019 di kota Bekasi, Jawa Barat," ujar Direktur Reskrimsus, Kombes Iwan Kurniawan di Polda Metro Jaya, Senin (29/7).

Iwan Kurniawan melanjutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka membuat akun aplikasi game online dan merubah-rubah namanya dari Defan dan menjadi Pras dengan tujuan mencari target atau korban anak-anak usia pelajar di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Tersangka juga meminta korabannya melakukan vdeo call sex dan meminta korban untuk membuka pakaiannya. Tersangka Defan sendiri telah melakukan video call sex dengan enam anak perempuan.

"Pihak kepolisian berhasil mengamankan satu aplikasi chatting, empat buah handphone dari tangan tersangka Defan," pungkasnya.

Atas perbuatannya tersangka Defan dikenakan pasal 27 ayat 1 junto Pasal 45 ayat 52 ayat 1, atau pasal 29 Junto Pasal 45 B Undang Undang, No 19 tahun 2016. Tentang perubahan Undang-undang No 11 tahun 2008. tentang ITE dan pasal 76 E Junto pasal 82 Undang Undang No 35 tahun 2014. Tentang perubahan atas Undang undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman 6 tahun penjara, dengan denda 1 miliar rupiah.

Penulis: Suroso
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga