Paling Lambat 6 Mei 2021, IMIP Akan Bayarkan THR Karyawan Secara Utuh

AKURATNEWS - Mengisi Momentum peringatan Hari Buruh Sedunia yang bisa dikenal dengan sebutan May Day, Serikat Pekerja Industri Morowali (SPIM) memilih menyampaikan aspirasi buruh lewat diplomatis dengan berdialog di Alun-Alun Rujab Bupati Morowali, Sabtu (1/5/2021).

Langkah ini jadi pilihan setelah, rencana aksi unjuk rasa SPIM di Bahodopi berhasil digagalkan dengan alasan covid-19 dari pihak Kepolisian dan Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali. Terpenting bagi SPIM, aspirasi buruh harus tersampaikan kepada pihak terkait.

Alhasil, penyampaian aspirasi dilakukan dalam bentuk dialog secara langsung dengan para pihak, khususnya pihak perusahaan, pemerintah daerah, instansi dan institusi terkait.

Bupati Morowali memimpin langsung acara tersebut dan ikut dihadiri Kapolres Morowali Akbp Bayu Indra Wiguno, Kadis Nakertrans Abd. Rahman Toppo, Wasnaker Benny, Kabid HI Nakertrans Ahmad, Perwakilan PT. IMIP Syafaruddin, Ketua SPIM Afdal bersama 10 Orang Anggota SPIM.

Untuk pokok pembahasan seputar tuntutan buruh yang disampaikan SPIM, baik empat poin untuk pihak perusahaan maupun enam poin kepada pemerintah. Diantaranya, soal pemberlakuan cuti normal, penolakan sistem kerja 3 sift 3 regu, penolakan aturan siluman dan permintaan stop PHK sepihak, resign paksa dan mutasi sepihak.

Sementara itu, kepada pihak pemerintah, SPIM menuntut pencabutan UU Ciptaker beserta PP turunannya, perlindungan hak dasar kaum buruh berupa THR, upah layak nasional, K3 dan APD, Jaminan sosial, hapus sistim kerja kontrak dan
outsourcing. Pihak SPIM juga meminta stop PHK massal berdalih pandemi dan lindungi jaminan kepastian bekerja bagi seluruh rakyat Indonesia dan berikan perlindungan bagi rakyat miskin semasa pandemi Covid-19 berupa bansos dan vaksin gratis.

Selain itu, tuntutan penghentian tindakan represifitas dan kriminalisasi kepada rakyat dan lindungi demokrasi sejati bagi seluruh rakyat serta mendesak Pemda Morowali agar melakukan evaluasi terkait pelaksanaan hasil kesepakatan antara pihak Aliansi Buruh - Rakyat Bersatu dengan pihak perusahaan yang di fasilitasi oleh Pemda Morowali.

Menanggapi tuntutan SPIM, pihak Perusahaan PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang diwakili Syafarudin mengatakan, bahwa terhitung sejak tanggal 21 April 2021 cuti normal telah di berlakukan sesuai UU. Begitu pula mengenai sistem 3 Shif 3 regu, saat ini masih diberlakukan sementara dan akan dilakukan evaluasi kemudian.

"Terkait Aturan Siluman akan di bahas di Internal Manajemen PT. IMIP dan PHK yang dilakukan oleh pihak manajemen sudah sesuai dengan aturan. Untuk persoalan THR, pihak PT. IMIP akan membayarkan secara utuh dan paling lambat tanggal 06 Mei 2021 sudah di bayarkan," ungkap Syafarudin.

Penulis: Wardi Bania

Baca Juga