Palsukan Buku Nikah, Pendeta Gadungan Ditangkap Polisi

Jakarta, Akuratnews.com - Sub Direktorat (Subdit) Harta dan Benda (Harda) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap sindikat pemalsu akta nikah yang mencatut nama Gereja Kristen Protestan di Bogor, Jawa Barat. Mereka yang ditangkap berinisial MHH, ABB, dan J alias V.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal, setelah anak dari almarhum Basri, meminta sertifikat tanah yang dititipkan ayahnya kepada salah seorang tersangka berinisial J.

"Ketiga pelaku kita amankan 2 Desember 2019 lalu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, (28/1/2020).

Yusri mengatakan, J merupakan seorang perempuan yang mengaku sebagai istri almarhum Basri Sudibyo, yang meninggal pada 2018. Kasus ini dilaporkan anak kandung Basri.

Yusri melanjutkan Selain berhasil memalsukan akta perkawinan antara tersangka J dengan almarhum Basri, guna menguasai harta warisan milik almarhum Basri,

MH yang mengaku sebagai pendeta, yang menikahkan tersangka J dengan almarhum Basri di sebuah Gereja yang berada di daerh Bogor Jawa Barat, pada 11 Februari 2017 lalu.

Selanjutnya tersangka MH tidak bisa menunjukan SK pengangkatan sebagai pendeta, "pihak kepolisian sudah melakukan pengecekan. MAH tidak bisa menunjukan surat sebagai jamah atau pendeta di Gereja tersebut." Tambah yusri

Kasubdit Harda Ditreskrimum polda Metro Jaya Kompol Gafur Siregar mengatakan ketiga orang yg di Amankan tersebut J, AB dan MH yang memilik peran yg berbeda.

Kasus ini sudah di tangani sejak bulan Desember 2019. Tersangka J yg berperan memalsukan surat nikah palsu Dengan keuntungan memperolah menguasai tanah di daerah Bintaro Jakarta selatan dengan anggapan sebagai harta warisan sebagai Istri.

"Sedangkaan tersangka AB berperan yg mengenalkan tersangka J ke MH untuk mengabulkan keinginan J membuat surat Nikah" Kata Gopur

Atas perbuatanya itu para tersangka ini dijerrat dengan Pasal 264 KUHP Pasal 265 KUHP dan Pasal 242 KUHP, dengan ancamannya penjara di atas 5 tahun.

Penulis: Edi Suroso

Baca Juga