Jelang Pilpres 2019

Panas, Pendukung Prabowo Ditembak Pistol Usai Hadiri Kampanye

Yogyakarta, Akuratnews.com - Jelang pemilu 2019, di tengah konstelasi politik yang kian memanas, ada saja pihak-pihak yang sengaja ingin mengadu domba dua kubu besar Capres-cawapres 01 dan 02.

Dikabarkan, dua orang pendukung Prabowo-Sandi dianiaya oleh tiga orang tak dikenal, salah satu penganiaya diduga menggunakan pistol jenis air softgun.

Selain dianiaya, keduanya juga mengaku dipaksa untuk mengacungkan satu jari. Kejadian itu segera dilaporkan ke Polresta Yogyakarta.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Armaini menerangkan, menurut keterangan, korban dianiaya di bagian muka. "Korban dihentikan, dipukul bagian mukanya," Terang Armaini kepada wartawan, Senin (8/4/2019).

Armaini menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti kasus ini

Kronologis awal yang terjadi, dari informasi yang dihimpun, seperti dikutip salah satu media nasional, kejadian bermula saat kedua korban yakni Muklis dan Suhadi berboncengan menggunakan sepeda motor melintas di Jalan Mataram seusai menghadiri kampanye terbuka Prabowo Subianto di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Senin (8/4/2019).

Sesampainya di Jalan Mataram tepatnya di depan toko sepatu belakang Hotel Ina Garuda, Danurejan Yogyakarta, keduanya di hentikan oleh tiga orang tak di kenal.

Saat itu, korban diminta untuk mengacungkan satu jari dan melepas ikat kepala yang bertuliskan Prabowo-Sandi. Selain itu, korban kemudian dipukul hidungnya lalu pelaku mengeluarkan senjata pistol air softgun dan menembak hingga mengenai bahu kiri bagian atas Muklis, serta mengetapel mengenai jari telunjuk sebelah kiri Suhadi.

Sementara itu, untuk air senjata jenis pistol yang digunakan pelaku, saat ini polisi masih mencari tahu kebenarannya. Sebab, meski korban menyebut ada pelaku yang mengeluarkan air soft gun, namun belum bisa dipastikan apakah korban terluka akibat tembakan atau pukulan.

Polisi terus menyelidiki kasus ini, identifikasi soal senjata jenis pistol, apakah air softgun atau jenis lainnya masih terus didalami. (")

Penulis: Redaksi

Baca Juga