Opini

Pancasila Adalah Solusi Jalan Tengah Damai di Bumi Papua

Yohanes Akwan

Opini, Akuratnews.com - Menjawab persoalan yang ada di tanah Papua, Musyawarah Besar Mahasiswa dan Pemuda Papua yang diinisiasi oleh Partai Rakyat Demokratik (PRD) pada tanggal 5-7 Agustus 2019 di Jogja semestinya rumusan itu harus dijadikan sebagai solusi penyelesian masalah papua, artinya PRD sedang mengajak semua pihak yang berkepentingan duduk sejajar dalam nuansa kekeluargaan kita sesama anak bangsa bertanggungjawab mencari dan merakit kembali pecahan-pecahan itu menjadi suatu kekuatan membangun rakyat kearah yang baik.

Artinya, dalam musyawarah tersebut sudah pasti berpijak dari kondisi ril masalah di papua dan Indonesia pada umumnya sehingga keluarnya resolusi PRD yang dirumuskan melalui Mubes jogja, menurut hemat saya itu adalah solusi jalan tengah penyelesian konflik di Bumi PAPUA.

Mengapa, Resolusi menjadi penting karena secara sadar kita semua paham, kekerasan tidak bisa dibalas dengan kekerasan karena kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah, oleh sebab itu konflik papua jangan dipolitisir secara berlebihan oleh kita semua. Akar masalah di bumi papua adalah sejarah dan kita tidak harus kembali ke masa lalu, tetapi mari melihat jauh kedepan sehingga kita tidak mewariskan penderitaan kepada generasi dibawah kita.

Kilas Balik, Noda Merah Pilihan Jalan Kekerasan

Menolak musyawarah mufakat yang bermartabat sebagaimana butir ke 4 dari Pancasila menyebabkan korban diantara sesama anak bangsa.
Ragam Peristiwa

1.Tanggal 15, Agustus 2019. terjadi aksi saling lempar antara kelompok mahasiswa Papua dan kelompok masyarakat di malang sehingga menimbulkan korban jiwa serta muncul beragam pendapat dari berbagai pihak .

2.Tanggal 15,Agustus 2019. Aksi Mahasiswa di cianjur, seorang mahasiswa yang membahwa Bensin melemparkan apara keamanan sehingga menyebabkan 3 aparat kemanan terbakar.

3.Tanggal 16 Agustus 2019. Asrama Mahasiswa Papua Surabaya diserang oleh ormas reaksioner untuk memaksa mahasiswa Papua diasrama ikut berpartisipasi ramaikan Hut 17 Agustus 1945.

4.16 Agustus 2019 jam 15.30, Anggota TNI berjumlah 12 orang diserang oleh kelompok bersenjata di habema yang mengakibatkan 3 orang anggota TNI terkena luka tembak dan saat ini sedang dirawat di RSUD Wamena Papua.

Untuk menjawab penyelesaian konflik diatas tentang soal papua, maka menjadi penting menurut saya solusi damai yang dirumuskan oleh Pemuda dan Mahasiswa Papua di Jogja beberapa hari lalu harus dijalankan dan jangan ada tapsir ganda macam-macam karena rumusan yang diinisiasi oleh PRD dan diputuskan oleh Mahasiswa serta Pemuda Papua pada acara Musyawarah Besar itu, lahir dari kepedulian bersama anak bangsa yang sadar akan kemanusiaan itu jauh lebih penting dari segalanya dengan tujuan agar jangan ada lagi penindasan manusia terhadap manusia lain.

Melihat, kilas balik dari aksi-aksi heroik yang lagi tren di sosial media saat ini membuat kita perlu menyadari pentingnya dialog agar tidak terjadi korban jiwa diantara dikedua belah pihak. Dugaan saya, bahwa menolak solusi damai Papua melalui jalan Membumikan Pancasila di Papua berarti,ada upaya pihak-pihak yang tidak menginginkan Bumi Papua itu damai.

Tawaran dari rumusan PRD tentang Penyelesian komflik di Bumi Papua” bagi saya, itu adalah solusi jalan tengah dan tidak harus dipolitisir kedalam status sejarah politik Papua, tetapi mari kita melihat jauh kedepan dalam kaitanya dengan solusi penyelesian komflik papua melalui cara-cara yang demokratis.

Kita ketahui, konflik di papua akar masalahnya adalah Freeport, maka bukan saja orang papua menjadi korban tetapi ada juga saudara-saudara kita di nusantara ikut mengalami hal yang sama karena pemerintah kita dimasa orde baru dijadikan perpanjangan tangan asing untuk ikut mendorong kepentinga mereka di papua.

Oleh sebab itu, mari kita sama-sama menyatuhkan presepsi melalui jalan musyawarah dan mufakat sebagai benteng pertahanan rakyat dengan mengedepankan pancasila dan UUD 1945 yang sudah semestinya menjadi pandangan hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka dengan begitu cara demokrasi liberal, adalah tugas kita untuk mengajak mereka semua kembali kejalan benar sebagaimana tujuan berbangsa dan bernegara.

Dengan demikian, mari kita berpikir ilmiah melalui pancasila sebagai jalan kita bersama dalam menyelesaikan komflik laten di bumi Papua. Rakyat harus diajak berpolitik dengan gembira karena kemerdekaan sesungguhnya bertujuan untuk memakmurkan seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuwali.

Bagi saya, musuh kita sama yaitu, intervensi asing di bumi papua yang juga ikut menciptakan korban dikalangan saudara-saudara kita di luar papua yang sejalan dengan kita. untuk itu mari kita berdialog secara baik agar "Jangan Sampai Keluar Mulut Singa Masuk Mulut Harimau"

Disclaimer : Kanal opini adalah media warga. Setiap opini di kanal ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

Penulis: Yohanes Akwan

Baca Juga