Pandemi Bikin PRULink Syariah dan PruCinta Ikut Terangkat

Jakarta, Akuratnews.com - Sektor keuangan syariah di Indonesia, baik asuransi syariah dan pasar modal syariah, terus menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan dari tahun ke tahun.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Desember 2019, total aset keuangan syariah nasional mencapai Rp1.468,12 triliun dengan kontribusi total aset pasar modal syariah yang tertinggi dibandingkan sektor perbankan syariah dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah, yakni sebesar Rp4.569,01 triliun.

Selain itu, berdasarkan data dari AASI,
total aset asuransi jiwa syariah tumbuh 8,74 persen menjadi Rp37,48 triliun pada 2019 dari Rp34,47 triliun pada 2018.

Hal inilah yang dilihat PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) sebagai sebuah potensi di tengah meningkatnya minat masyarakat untuk menggunakan asuransi jiwa syariah.

Sharia, Government Relations, and Community Investment Director Prudential Indonesia, Nini Sumohandoyo menjelaskan, hal ini menilik kinerja penjualan syariah dan hasil risetnya kepada 5.000 responden kelas menengah atas yang tersebar di 20 kota besar Indonesia.

"Pandemi membuat semakin banyak yang peduli pada asuransi. Produk syariah pun ikut terangkat. Buktinya, produk kita yang paling sederhana dan baru kita luncurkan yakni PRUCinta, dalam waktu singkat sudah terjual 50.000 polis," ujar Nini di Jakarta, Jumat (11/12).

Menurutnya, selain karena manfaat produk, PRUCinta diminati karena mudah dipahami, dijual secara digital, dan tentunya akibat literasi masyarakat terkait asuransi jiwa syariah terus meningkat di era new normal.

Pemahaman terkait asuransi jiwa syariah ini pun tampak dari hasil riset, dimana pemahaman para responden dengan usia 25-50 tahun ini tampak meningkat dari 31 persen pada 2016 menjadi 39 persen pada 2019.

Minat pun meningkat dari 40 persen menjadi 58 persen, sehingga potensi pasar asuransi jiwa syariah mencapai Rp9,6 triliun pada tiga tahun ke depan.

"Menariknya, 44 persen yang berminat itu milenial berusia 25-34 tahun. Selain itu, di samping 81 persen muslim yang berminat, 19 persen teman-teman nonmuslim juga tertarik. Karena prinsip syariah ini memang universal," jelasnya.

Lewat fakta-fakta tersebut, Prudential Indonesia berupaya terus menggelar inovasi produk syariah, demi mengambil momentum dan mempertahankan capaian sebagai juara satu di industri asuransi jiwa syariah dengan pangsa pasar kelolaan dana tabarru 45 persen, 27 persen kontribusi bruto, dan total aset 25 persen dari industri.

"Setelah PRUCinta, PRUTect Care, dan PRUSolusi Sehat Syariah, kita membuat inovasi PRULink Syariah Multi Asset Fund untuk melengkapi asuransi dengan dana investasi berbasis syariah Prudential," jelasnya.

Untuk diketahui, Prudential Indonesia sebelumnya telah memiliki beberapa produk unit-linked syariah, seperti PRULink Syariah Rupiah Cash & Bond, PRULink Syariah Rupiah Equity Fund, PRULink Syariah Rupiah Managed Fund, PRULink Syariah Rupiah Infrastructure & Consumer Equity Fund, PRULink Syariah Rupiah Asia Pasific Equity Fund, PRULink Syariah Rupiah Cash Fund.

Novi Imelda, Chief Investment Officer Prudential Indonesia menjelaskan lebih lanjut perbedaan produk baru ini dengan produk-produk sebelumnya.

Pertama, produk ini bakal melengkapi asuransi unit-linked syariah di risiko moderat. Kedua, walaupun mematok risiko moderat, produk ini tetap mencakup aset-aset dinamis dari dalam dan luar negeri.

Tepatnya berupa reksadana saham syariah hingga 79 persen, reksadana pendapatan tetap syariah hingga 79 persen, dan instrumen risiko rendah (kas, deposito, reksadana pasar uang syariah) hingga 20 persen.

"Target kita tetap dinamis dengan kisaran 50 persen onshore, seperti obligasi lokal, pasar negara berkembang, dan rupiah. 50 persen sisanya di saham global, pasar negara maju, dan mata uang USD," jelasnya.

Novi menjelaskan bahwa strategi ini menilik potensi saham-saham teknologi di luar negeri seperti Microsoft, Tesla, Adobe, Intel, dll, porsinya 25,8 persen. Serta, saham kesehatan seperti Johnson&Johnson atau Merck dengan alokasi 21,74 persen.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga