Panglima TNI: Peperangan Bukan Hanya Domain TNI

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat memberikan pembekalan kepada 781 Capaja TNI-Polri di Gor Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jaktim, (12/7).

Jakarta, Akuratnews.com - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, bahwasanya peperangan bukan hanya urusan TNI, melainkan tanggungjawab seluruh komponen warga negara.

"Kita mengatakan bahwa peperangan itu domainnya TNI, Polri dan seluruh warga negara dalam wadah bela negara," kata Marsekal Hari Tjahjanto.

Hal itu diungkapkan oleh Panglima TNI dalam pembekalannya kepada 781 calon perwira remaja (Capaja) TNI-Polri di Gor Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jaktim, Jumat (12/7/2019).

Hadi juga bercerita bahwa, TNI sama-sama dilahirkan dari satu rahim ibu Pertiwi. "Jadi kita TNI-Polri lahir dari rahim yaitu ibu Pertiwi yang sejak saat itu juga tertatih-tatih untuk bisa merebut kemerdekaan dan lahirlah TNI dan Polri yang hidup dalam satu wadah saat itu adalah angkatan bersenjata republik Indonesia," ungkapnya.

Pada tahun 1998, kata Hadi, dipisahkannya TNI dan Polri karena harus dipisahkan fungsi TNI. "Polri dulu kelahiran undang-undangnya nomor 2 tahun 2002 dan undang-undang TNI lahir tahun 2004 undang-undang nomor 34," ujarnya.

"Namun, apakah pisah secara total?, jawabannya tidak. Bahwa TNI dan Polri memiliki tugas adalah menjaga stabilitas politik dan keamanan, sehingga apa yang kita lakukan saat ini yang ditekankan bapak Kapolri itu harus dijaga. Menjaga sinergitas dalam rangka menjaga ancaman yang merongrong negara kesatuan republik Indonesia," tuturnya.

Dalam pembekalannya, Panglima TNI juga menjelaskan tentang perkembangan revolusi industri terhadap peperangan dari pertama hingga saat ini yang memasuki revolusi industri 4.0.

Penulis: Yandi Permana
Editor: Hugeng Widodo

Baca Juga