Hak Jawab

PaninDai-ichi Life Jelaskan Terkait Perseteruan Dengan Nasabah Di PN Jakbar

Ilustrasi

Jakarta, akuratnews - Melalui surat dengan Nomor 001/MCC/Maret/2020, PaninDai-ichi Life memberikan Hak Jawab atas berita yang tayang pada 4 Maret 2020 lalu dengan judul "Asuransi Panin Daiichi Life Divonis Melanggar Hukum dan Wajib Membayar Klaim Kepada Molly Situwanda"

Dalam surat yang diterima redaksi, Rabu (11/03/20) tersebut, Head of Marketing & Corporate Communications, Lista Donna Swanty Sitorus mengatakan bahwa Astiang merupakan almarhum suami dari Molly Situwanda yang telah menjadi nasabah di PaninDai-ichi Life sejak tahun 2010 dengan Molly Situwanda sebagai nama penerima manfaat atau disebut "Polis".

Atas pernyataan oleh tim kuasa hukum Molly, Suryani dari LKBH Wira Dharma, PaninDai-ichi Life memberikan pernyataan seperti berikut:

- Polis telah Lapse (kondisi dimana manfaat perlindungan yang tercatat dalam Polis tidak lagi berlaku/tidak aktif) karena Bapak Astiang tidak melakukan kewajibannya yaitu membayar Premi.

- Pembayaran Premi terakhir kami terima pada 17 Desember 2015 untuk periode jatuh tempo 12 bulan. Pada saat jatuh tempo premi tertanggal 28 Desember 2016, Nasabah tidak lagi melakukan pembayaran Premi sehingga secara otomatis Polis memasuki periode cuti premi.

- Terhitung sejak tanggal 15 Oktober 2018, Polis telah Lapse dan tidak aktif dikarenakan tidak adanya pembayaran premi lebih lanjut dan nilai investasi tidak mencukupi untuk membayar biaya asuransi.

- Bahwa informasi mengenai status Polis yang telah Lapse telah disampaikan kepada nasabah melalui sarana komunikasi sebagai berikut:

  1. Melalui SMS yang dikirimkan pada tanggal 16 Oktober 2018
  2. Melalui Surat pemberitahuan yang dikirimkan ke alamat sesuai dengan informasi yang tercantum pada Surat Permintaan Asuransi Jiwa (SPAJ). dan
  3. Melalui sarana telepon yaitu dengan berbicara dengan Bapak Astiang pada tanggal 6 November 2018 untuk memberitahukan mengenai status Polis yang telah Lapse dan meminta agar segera melakukan Pemulihan Polis.

"Menanggapi pernyataan tim kuasa hukum lbu Molly dari dari LKBH Wira Dharma yaitu Suryani, bahwa tim kuasa hukum telah melayangkan surat ke Panin Dai-ichi Life sebanyak dua kali dan tidak mendapatkan respons positif, kami klarifikasi bahwa Panin Dai-ichi Life menerima Surat Teguran/Somasi Pertama tertanggal 29 Mei 2019 namun baru kami terima pada tanggal 11 Juni 2019, dan telah merespon melalui surat No.021/CCA/07/2019 tertanggal 12 Juli 2019. Pada tanggal 5 Juli 2019, kami menerima Surat," terang Lista, dalam surat Hak Jawab tertanggal 09 Maret 2020 tersebut.

Lalu, untuk teguran atau somasi Kedua tertanggal 4 Juli 2019 dan telah direspon melalui surat No.025/CCA/07/2019 tertanggal 14 Juli 2019.

Walaupun telah menerima penjelasan dari pihaknya, menurut Lista pada tanggal 13 Agustus 2019, tim kuasa hukum Molly Situwanda tetap mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Lalu pada tanggal 03 Maret 2020, Pengadilan Negeri Jakarta Barat mengabulkan sebagian tuntutan dari tim kuasa hukum Molly Situwanda yaitu salah satunya untuk membayar klaim kepada Molly Situwanda atas kematian suaminya, Astiang karena meninggal dunia sebesar Rp 270 juta.

Namun lanjutnya, putusan tersebut belum berkekuatan hukum tetap oleh karena Panin Dai-ichi Life secara resmi telah mengajukan banding pada tanggal 6 Maret 2020.

"Terkait dengan klaim ini, Panin Dai-ichi Life telah merespon seluruh keluhan yang disampaikan kepada Perusahaan sesuai dengan ketentuan Polis. Panin Dai-ichi Life menghargai hak nasabah dalam menempuh upaya hukum yang termaksud di atas, dan akan memberikan tanggapan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tutupnya.

Penulis: Eky
Editor:Redaksi

Baca Juga