Pansus RUU Pemilu Sepakati Lima Isu Krusial

Jakarta, Akuratnews.com - Pansus RUU Pemilu menyepakati pengambilan keputusan atas lima isu krusial dilakukan melalui lima opsi sistem paket. Kesepakatan itu dicapai dalam rapat internal tertutup Pansus RUU Pemilu di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, kemarin.

Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy mengatakan pansus sepakat menetapkan lima opsi paket lima isu krusial disampaikan dalam rapat dengan pemerintah, yang dijadwalkan hari ini. Kelima opsi itu disusun berdasarkan lima isu krusial, yakni sistem pemilu, metode konversi suara, alokasi kursi pada penataan daerah pemilihan, parliamentary threshold, dan presidential threshold.

Yang pertama dari kelima paket itu ialah Paket A dengan presidential threshold 20%-25%, parliamentary threshold 4%, sistem pemilu terbuka, alokasi kursi 3-10 kursi, metode konversi suara sainte lague murni. Paket B presidential threshold 0%, parliamentary threshold 4%, sistem pemilu terbuka, alokasi kursi 3-10 kursi, metode konversi suara kuota hare.

Paket C presidential threshold 10%-15%, parliamentary threshold 4%, sistem pemilu terbuka, alokasi kursi 3-10%, metode konversi suara kuota hare. Paket D presidential threshold 10%-15%, parliamentary threshold 5%, sistem pemilu terbuka, alokasi kursi 3-8 kursi, metode konversi suara sainte lague murni. Paket E presidential threshold 20%-25%, parliamentary threshold 3,5%, sistem pemilu terbuka, alokasi kursi 3-10 kursi, dan metode konversi suara kuota hare.

Wapres Jusuf Kalla menegaskan sikap pemerintah konsisten dengan ambang batas presiden 20%. Ambang batas 20% itu, kata JK, membuat proses pilpres lancar karena sudah terbukti dua kali pada 2009 dan 2014.

Namun, Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu Ahmad Riza Patria meyakini capres tidak akan banyak meskipun DPR dan pemerintah menyetujui persyaratan presidential threshold 0%. (Lano)

Penulis:

Baca Juga