Kritik Untuk Jokowi

Papua Kritis, Rocky Gerung Heran Yang Dibahas Ibu Kota Terus

Pengamat Politik, Rocky Gerung di ILC. (Foto istimewa).

Jakarta, Akuratnews.com - Kerusuhan dan perkembangan politik di Papua dan nasional tak luput dari pengamatan Rocky Gerung. Kekerasan termasuk pengrusakan dan pembakaran membuat krisis Papua kian mengkhawatirkan. Sementara secara nasional, isu Papua seakan terlupakan dengan euforia pindahnya Ibu Kota baru ke Kalimantan Timur.

Rocky Gerung pun menilai Presiden Jokowi gagal memahami permasalahan yang mendera banga saat ini, terutama gejolak di Papua. Rocky menyebut masalah Papua sudah mengancam kedaulatan NKRI, tapi malah sibuk dengan membicarakan pemindahan ibu kota.

“Negeri ini sebenarnya berada pada keadaan palsu. Hal yang kita tunggu saat ini adalah soal Papua, tapi yang dibahas terus menerus adalah soal ibu kota,” kata Rocky saat menjadi narasumber peluncuran buku Fahri Hamzah ‘Gelora Kata-Kata’, di Gedung DPR, Jakarta, lansir situs politik nasional, Jumat (29/8/2019).

Dia merasa aneh dengan tindakan Jokowi yang telah memutuskan pindah ibu kota, tapi belum melakukan kajian. Di mana-mana, kata dia, keputusan akan lahir dari kajian dan penelitian panjang.

“Itu kan terbalik-balik. Harusnya ada kajian, baru ada keputusan,” ucap dia.

Menurut Rocky, kajian dilakukan untuk mengamankan keputusan. Sementara, yang dilakukan Jokowi adalah pembenaran, karena memutuskan lalu memerintahkan pengkajian. “Bagaimana mungkin, keputusan dulu baru kajian,” ujarnya.

Rocky lalu menyinggung peran pemerintah dalam menyelesaikan masalah Papua. Dia mengaku hak asasinya dilucuti lantaran tak mampu berkomunikasi dengan warga Papua.

“Mengendalikan kata-kata itu adalah kedunguan luar biasa bagi penguasa yang IQ seratus sekolam. Kita butuh kata-kata untuk berkomunikasi. Sekarang saya tidak bisa lagi berkomunikasi dengan teman saya di Papua, padahal dibutuhkan hari hari ini agar tidak jadi beku pencernaan pikiran kita,” ujarnya.

Sementara sebelumnya, Imam Besar Nasional Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengingatkan pemerintah untuk tidak main-main dengan kerusuhan di bumi Cenderawasih itu.

Menurut Habib Rizieq, jika pemerintah tidak serius, maka Papua dan Papua Barat akan terus minta kemerdekaan. Habib Rizieq pun menegaskan, Papua tak boleh lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).**

Penulis: Hugeng Widodo
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga