Para Korban Penipuan Natalia Rusli Minta Kapolres Jakarta Barat Bertindak Tegas

Jakarta. Akuratnews - Sudah lebih dari enam bulan berlalu tepatnya pada tanggal 15 Maret 2022 adalah hari penetapan status dari saksi terlapor Natalia Rusli (46) menjadi tersangka dengan surat penetapan tersangka No B/377/III/2022/SATRESKRIM/RESJB. Jumat (23/09/2022).

Sesuai petunjuk Jaksa Peneliti dari Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, pada awal bulan Agustus yaitu pada tanggal 2 dan 15 Agustus 2022 Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat sudah melayangkan dua surat panggilan terhadap tersangka NR untuk memenuhi tambahan BAP (berita acara pemeriksaan), tetapi tersangka NR menunjukkan sikap tidak kooperatif dengan tidak pernah hadir memenuhi panggilan pemeriksaan dari satreskrim Polres Metro Jakarta Barat tersebut bahkan tidak ada kabar.

Terlebih dugaan hal yang sama diikuti oleh asisten pribadi tersangka NR yang berinisial Sdri.SAE yang juga mangkir memenuhi panggilan penyidik.

Indikasi sikap yang cenderung menyepelekan Institusi Polri ini bukan tanpa sebab karena diduga kuat Tersangka NR yang mempunyai keahlian melobi ini mempunyai orang kuat di baliknya sehingga merasa posisinya tidak bisa tersentuh aparat walau sudah berstatus Tersangka.

"Rupa-rupanya berita-berita yang selama ini beredar di berbagai media bahwa diduga kuat tersangka NR ini kebal hukum di Polres Metro Jakarta Barat bila kami amati dan lihat kok ada benarnya juga karena Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Pashma Royce dan jajarannya seolah dibuat tidak berdaya oleh Perbuatan tersangka yang bila dilihat memang sudah sangat tidak kooperatif dan sudah tidak menghargai Institusi Polres Metro Jakarta Barat ", komentar dari beberapa korban yang tergabung dalam Aliansi korban Tersangka NR.

"Bahkan ada dugaan upaya melarikan diri keluar negeri pada awal bulan September 2022 ini, beruntungnya Pihak Satreskrim Polres Metro Jakbar sudah melakukan upaya pencekalan keluar negeri terhadap Paspor si Tersangka sebelumnya, apabila pihak Polres Jakarta Barat lengah sedikit saja bisa jadi kecolongan itu", imbuh Firdaus, SH selaku kuasa yang mewakili beberapa korban.

Sesuai dengan pasal 21 ayat 1 KUHAP bahwa Perintah Penahanan dilakukan terhadap seorang tersangka yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup, dalam hal adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa Tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana,

Maka sudah patut dan selayaknya apabila Kapolres Metro Jakarta Barat dan jajaran segera memerintahkan penjemputan paksa dan penahanan terhadap tersangka NR ini karena selain ada dugaan bahwa Tersangka NR sudah tidak kooperatif lagi dan juga adanya dugaan upaya melarikan diri serta tidak lagi menghargai Institusi POLRI tercinta ini.

Sebagai tambahan, bila kami lihat tentunya tindak pidana yang diduga dilakukan oleh Tersangka NR bukan hanya kasus penipuan dan penggelapan skala kecil 45juta yang dilaporkan oleh seorang pelapor saja, dikarenakan NR masih harus menghadapi 3 Laporan Kepolisian lain yang masih berproses hingga saat ini, justru LP #3677/VII/2021/SPKT/POLDAMETROJAYA bisa dikatakan menjadi pendobrak kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan oleh tersangka NR ini", ujar Tenrie Moeis, SH dari Tenrie Moeis & Partners Lawfirm

Saat ini para Korban dan masyarakat luas tentunya terus mengawal kasus ini dan menanti apakah akhir dari Cerita Drama sesosok Tersangka NR di Polres Metro Jakarta Barat. Apakah KaPolres Metro Jakarta Barat dan jajaran Satreskrimnya mampu merobohkan tembok arogansi dari Sosok Tersangka NR yang mana saat ini diduga sedang bersembunyi dan susah untuk dicari tetapi ironisnya nomor kontak dan whatsappnya masih selalu aktif hingga saat ini, tutupnya. (Akuratnews)

Penulis:

Baca Juga