Parade Dongfeng 41, Senjata Nuklir China Paling Ditakuti AS

Parade Dongfeng 41 (DF-41) memperingati ulang tahun ke-70 Tentara Pembebasan Rakyat. (foto: dokumen the Sun)

Jakarta, Akuratnewa.com - Sejak berhasil mencuri cetak biru bom Atom dari Amerika Serikat (AS) yang menghasilkan jejak spionase China paling ekstrem di dunia, Militer China terus bergerak membuat senjata mematikan yang dapat mencapai seluruh permukaan dunia mana pun.

Dikenal sebagai Dongfeng 41 atau DF-41, senjata mematikan ini dikenal sebagai Rudal Balistik antar Benua (intercontinental ballistic missile atau ICBM), diuji coba pada 2013 dan 2014, rudal balistik ini menjadi kekuatan paling powerfull dari banyaknya varian rudal berpeluru nuklir yang dibuat China.

DF-41 dipamerkan dalam parade peringatan ulang tahun ke-70 Tentara Pembebasan Rakyat pada Selasa 1 Oktober 2019 kemarin, menjadikannya sebagai senjata baru China yang menantang dominasi AS dan sekutunya di pentas nuklir dunia.

Rudal ini dilaporkan mampu mencapai jangkauan seluruh wilayah AS dengan kecepatan dan akurasi yang mumpuni, jika diluncurkan, DF-41 diperkirakan mencapai wilayah AS dengan waktu 25 menit dan menjadi senjata paling mematikan di dunia. Senjata ini disebut-sebut sebagai senjata yang ditakuti AS.

DF-41 memiliki sistem navigasi internal dengan pembaruan sistem navigasi satelit BeiDou milik China. Akurasi diperkirakan hingga 150 meter. Diletakkan pada kendaraan peluncur delapan roda Taian HTF5980 mirip dalam konsep ICBM mobile-road Rusia seperti Topol-M dan Yars.

DF-41 berbahan bakar padat dengan kisaran diperkirakan mencapai 12.000 km dan membawa hingga 10 Multiple Independently-targetable Reentry Vehicles (MIRV). (*)

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga