Jalan Rusak dan Berlubang

Parah, Material Badan Jalan di Langkahan Kerap Dicuri Oknum Warga

Material yang ditumpuk kemudian diduga dijual oleh Oknum Warga di Langkahan. (Foto Chaidir/Akuratnews.com)

Lhoksukon, Akuratnews.com - Pengerasan jalan yang baru saja di rehap beberapa bulan yang lalu oleh perusahaan migas Triangle energi yang menghubungkan kecamatan Langkahan dengan kecamatan Cot Girek, materil badan jalan tersebut diduga kerap di ambil oknum warga untuk dijual kembali.

Aksi dugaan pencurian dilakukan oknum warga dengan cara mengumpulkan material yang di ambil dari badan jalan kemudian di tumpukan di pinggir sepanjang badan jalan. Apabila tumpukan sudah di anggap banyak, maka saat malam hari tumpukan material tersebut di muat ke dalam sebuah dumtruck, lalu kemudian diangkut untuk dijual.

Salah seorang warga yang tidak mau disebutkan jati dirinya menceritakan kepada wartawan akuratnews.com bahwasanya kegiatan ini sudah sering terjadi tetapi tidak ada yang melarang aksi pengambilan material badan jalan tersebut.

Bahkan pihak karyawan perusahaan migas Triangle energi yang setiap hari melintas jalan tersebut seolah membiarkan aksi masyarakat yang dapat merusak jalan. Seharusnya pihak perusahaan menegur atau melaporkan kepada aparat desa maupun muspika setempat.

"Apabila terus menerus dibiarkan jalan akan menjadi cepat rusak, saat ini saja sudah ada badan jalan yang berlubang dan di genangi air. Sementara jalan belum sampai seumur jagungpun. Kasihan apabila jalan ini rusak yang merasakan dampaknya adalah masyarakat banyak, sementara pelakunya hanya beberapa orang saja," ujar Warga yang tidak ingin disebutkan namanya karena faktor keamanan.

Akuratnews.com kemudian turun ke lokasi pada Kamis (18/07/2019) dan memang ditemukan tumpukan tumpukan kecil material sudah ada di pinggir jalan. Saat ditanyakan pada salah seorang warga yang sedang melintas jalan tersebut, dijawab bahwa benar material itu dikumpulkan oleh warga sekitar untuk dijual kembali.

Agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah, seyogyanya persoalan ini dapat menjadi perhatian aparat pemerintah desa atau kecamatan setempat. Demikian dilaporkan.*

Baca Juga