Partai Bulan Bintang Usulkan Lockdown Segera

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra, sejak dua minggu lalu sudah menyampaikan dan mendesak agar segera dilakukan lockdown guna menekan penyebaran dan guna menghentikan penyebaran virus ini sesegera mungkin.

Bahkan Partai Bulan Bintang (PBB) sejak 21 Februari telah mencoba mengingatkan secara dini kepada pemerintah melalui kegiatan salat hajat dan seminar nasional bekerja sama dengan RS dan Universitas YARSI mengenai bahaya covid-19 dan langkah-langkah penanganannya.

“Hal ini kami lakukan bukan untuk pencitraan atau hal-hal sepele lainnya. Tapi ini kami lakukan semata-mata karena kami mengetahui bagaimana bahaya dan begitu cepatnya virus ini akan menyebar di tengah- tengah masyarakat kita,” tulis ketua DPP PBB Bidang Bapilu, Randy Bagasyudha dalam rilis persnya, Jumat (27/3/2020).

Melihat negara lain, seperti Eropa saja kewalahan, apalagi di tengah masyarakat kita yang tingkat kesadarannya cukup rendah. Seperti masyarakat kita dengan tenangnya meramaikan daerah puncak, sebagian menggunakannya untuk mudik dan pergi daerah wisata ketika kita menggalakkan Work From Home.

“Masyarakat kita belum memiliki kesadaran yang cukup untuk bisa diharapkan secara mandiri ikut menyukseskan sebuah gerakan nasional dalam menghadapi wabah ini. Perlu kebijakan secara struktural untuk benar-benar membatasi ruang gerak masyarakat demi membatasi penyebaran virus ini,” lanjutnya.

Keengganan dan kelambanan membatasi ruang gerak masyarakat membuat pandemi ini kian menyebar dan semakin tidak terkendali karena mulai menyebar ke daerah-daerah lain di luar jabotabek. Di daerah, fasilitas kesehatan dan kesadaran masyarakat lebih rendah dibandingkan dengan Jakarta.

“Kami tidak bisa membayangkan bagaimana caranya menghentikan pandemi ini ketika sudah terlambat,” imbuhnya.

Usulan lockdown adalah sebuah keniscayaan sebagaimana telah diingatkan sejak jaman Rasulullah SAW. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tha’un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid). Negeri disini dapat juga diartikan sebagai daerah bukan hanya berarti negara.

Pertimbangan ekonomi dan politik hendaknya dikesampingkan sementara waktu, mengingat keselamatan rakyat dan keselamatan bangsa adalah prioritas utama sebagaimana termaktub dalam UUD 45.

“Ekonomi kita pasti akan terpukul dengan lockdown, tetapi akan semakin parah jika terlambat dilakukan. Ekonomi ambruk dapat kita bangun kembali, tetapi ongkos sosial dan nyawa rakyat tidak dapat kita kembalikan,” tukasnya.

Sebaiknya kebijakan lockdown yang ketat dengan melibatkan aparat negara secara massif dapat dilakukan. Sebelum semuanya terlambat dan masih dapat dikendalikan.

Klusterisasi Rumah Sakit

Melihat perkembangan penanganan pasien covid-19 maka Partai Bulan Bintang meminta dengan tegas kepada pemerintah agar segera melakukan klusterisasi rumah sakit di setiap Provinsi dan tingkat kabupaten/ kota. Klusterisasi ini membagi Rumah Sakit menjadi Rumah Sakit untuk kluster covid-19 dan Rumah Sakit untuk kluster noncovid-19 yang terpisah secara ketat.

“Kami mendesak agar Rumah Sakit pemerintah, RS TNI &Polri serta RS BUMN layak ditetapkan sebagai RS Kluster Covid-19 dan dipenuhi segala keperluan APD, diagnostik dan pelayanan medisnya termasuk melengkapi ventilator yang saat ini sangat minim jumlahnya. Sementara RS Swasta murni ataupun milik Yayasan ditetapkan sebagai RS Kluster Noncovid-19. Pemisahan tegas ini akan mencegah penularan dalam lingkungan RS dan akan menyelamatkan banyak nyawa pasien. Sekaligus juga memberikan ruang pelayanan yang baik bagi pasien yang menderita penyakit umum selain Covid yang juga membutuhkan perhatian yang serius. Juga pemisahan ini akan mencegah kolapsnya RS Swata akibat enggan nya pasien rutin yang takut tertular Covid-19. Pemisahan ini juga menunjukaan ketegasan kita dalam memisaahkan antara maslah utama yang mengerikan dengan maslah rutin yang juga akan mengancam keselamatan bangsa jika salah dalam penanganan nya,” sambungnya.

Lindungi Tenaga Medis

Banyaknya kasus infeksi Covid 19 pada tenaga medis adalah realita yang sangat memilukan. Perlindungan terhadap Dokter dan tenaga medis serta ketersediaan APD, diagnostik, obat2an dan kebutuhan ICU/ ventilator merupakan kewajiban pemerintah yang sama sekali tidak boleh diabaikan dan segera harus dipenuhi agar garda terdepan melawan wabah korona ini bisa bekerja maksimal. Selain itu kelompok medis dan para medis ini layak ditetapkan sebagai pahlawan kemanusiaan.

“Kami juga menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia yang memiliki inovasi untuk memenuhi kekurangan peralatan medis seperti ventilator agar dapat segera memublikasikan karyanya sebagai alternatif solusi kekurangan perlengkapan kita saat ini. Tak ada rotan akar pun jadi, bagaimanapun peperangan kita terhadap wabah covid 19 ini harus kita menangkan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi

Baca Juga