Pasar Jenuh, Harga Berbalik Turun

Jakarta, Akuratnews.com - Bursa saham AS ditutup pada level terendah dalam dua minggu ini pada perdagangan awal pekan ini, Senin (4/3). Investor masih mencari rincian tentang kemungkinan kesepakatan perdagangan AS-China.

Sejumlah kekhawatiran yang meluas ikut membebani perdagangan. Membuat perdagangan saham berakhir lebih rendah. Dow Jones ditutup pada level terendah dalam dua minggu, karena investor berbalik hati-hati setelah awalnya menyemangati laporan bahwa AS dan China hampir menyelesaikan kesepakatan perdagangan yang penting.

Kekhawatiran juga terjadi dengan mempertimbangkan bahwa harga saham menjadi terlalu mahal di belakang reli dua bulan dari posisi terendah Desember juga membebani sentimen. Kondisi pasar diyakini dalam kejenuhan.

Aksi beli memuncak bari-baru ini dan ketika pasar dibuka lebih tinggi atas berita dari kesepakatan AS - China, para pialang menyadari bahwa pihak China belum mengomentarinya. Klaim sepihak ini menyebabkan kekhawatiran pasar bahwa kesepakatan perdagangan itu sejatinya tidak akan segera terealisasi.

Pada perdagangan di bursa saham Asia, rata-rata berakhir naik dipimpin kenaikan bursa Shang Hai yang mencapai level tertinggi sejak Juni. Dorongan kenaikan berasal dari laporan kesepakatan perdagangan AS-China yang semakin dekat.

Indeks Shanghai, Nikkei melompat, Hang Seng naik. Bursa saham China mencapai tingkat terbaik dalam sembilan bulan, setelah laporan berita mengatakan Washington dan Beijing hampir mencapai kesepakatan pada awal bulan ini untuk mengakhiri perang tarif mahal mereka. Pun demikian, kedua pihak masih bernegosiasi tentang masalah yang memicu perselisihan diantara mereka.

Selama akhir pekan, Trump melakukan pukulan baru kepada Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell terkait dolar AS yang kuat.

Dikatakannya, kami memiliki seorang pria yang menyukai dolar yang sangat kuat di The Fed.

'Saya ingin dolar yang kuat, tetapi saya ingin dolar yang bagus untuk negara kita, bukan dolar yang begitu kuat sehingga kita harus berhadapan dengan negara lain,' kata Trump. (HQM)

Foto : Stok.

Penulis:

Baca Juga