Pasca Pemekaran, Bona Ngendo Tegaskan Pemda Matim Benahi Infrastruktur di Lamba Leda

Anggota DPRD Manggarai Timur Dapil Lamba Leda, Laurensius Bonevantura Burhanto || Foto: Yohanes Marto/AkuratNews.
Anggota DPRD Manggarai Timur Dapil Lamba Leda, Laurensius Bonevantura Burhanto || Foto: Yohanes Marto/AkuratNews.

AKURATNEWS - Usai mendapat persetujuan Kemendagri, dua kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur (MATIM) resmi berganti nama. Dua kecamatan itu diantaranya Poco Ranaka berganti nama menjadi Lamba Leda Selatan dan Poco Ranaka Timur menjadi Lamba Leda Timur.

Pergantian nama dua kecamatan tersebut kemudian disusul dengan pemekaran satu kecamatan baru yaitu Lamba Leda Utara (LAUT). Sedangkan Lamba Leda Barat saat ini sedang dalam proses izin pemekaran dari Kemendagri.

Tidak sedikit komentar miring dialamatkan kepada Bupati Manggarai Timur Andreas Agas atas pergantian nama dua kecamatan tersebut. Meski demikian sang Bupati tetap saja diapresiasi positif dari anggota DPRD Manggarai Timur Laurensius Bonevantura Burhanto.

Anggota DPRD dari Dapil kecamatan Lamba Leda, disapa Bona Ngendo itu menegaskan kepada pemerintah kabupaten agar tidak mengabaikan pembangunan infrastruktur di utara Manggarai Timur khususnya wilayah kecamatan yang baru saja dimekarkan.

“Proses perubahan nama kecamatan ini telah menguras waktu dan tenaga. Ketika proses ini masuk ke lembaga DPRD, kami pertimbangkan alasan Historis dan Yuridis pergantian nomenklatur nama kecamatan ini dan dewan sebagai lembaga politik menyepakati lalu diputuskan bersama pemerintah melalui peraturan daerah atau perda,” ungkapnya.

Apresiasi positif politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu Ia ungkapkan dalam sambutannya saat menghadiri syukuran pergantian nama Kecamatan Lamba Leda, Lamba Selatan, Lamba Leda Timur dan Lamba Leda Utara bertempat di Benteng Jawa, pada Sabtu 23 Oktober 2021.

Bona Ngendo menjelaskan pergantian nama kecamatan tersebut telah mendapat restu lembaga dewan dan telah ditetapkan dalam Perda.

Pergantian nama Kecamatan tersebut jelas Bona, jika ditilik dari landasan historis memang dapat diterima akan tetapi harus disertai dengan spirit baru dalam membangun Lamba Leda Raya.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Yohannes Marto

Baca Juga