Pasien Covid-19 di AS Kembali Terinfeksi Setelah Sempat Sembuh

Pasien Covid-19 di AS Kembali Terinfeksi Setelah Sempat Sembuh
Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, Akuratnews.com – Seorang warga Nevada, Amerika Serikat (AS) kembali terinfeksi virus Covid-19 setelah sebelumnya sembuh. Malah serangan kedua ini menimbulkan gejala yang lebih parah.

Meski begitu, pria tersebut dikabarkan telah pulih, tetapi kasusnya menimbulkan pertanyaan tentang berapa lama orang terlindungi setelah terinfeksi virus corona pertama yang menyebabkan penyakit, dan kemungkinan seberapa protektif vaksin itu.

"Ini lampu peringatan kuning," kata Dr. William Schaffner, pakar penyakit menular di Fakultas Kedokteran Universitas Vanderbilt di Nashville, Tennessee, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Mengutip USA Today, Selasa (13/10), infeksi saluran pernapasan akibat Covid-19 tidak memberikan kekebalan seumur hidup seperti infeksi campak.

Menurut Dr.Paul Offit, seorang ahli penyakit menular di Rumah Sakit Anak Philadelphia, dia sama sekali tidak terkejut orang bisa terinfeksi dua kali dengan virus corona, SARS-CoV-2.

Kronologis

Pria yang tidak diungkapkan identitasnya itu mulai merasa sakit pada akhir Maret lalu dengan gejala sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, mual dan diare. Dia kemudian pergi untuk pengujian pada 18 April dan terkonfirmasi positif virus corona.

Pada 27 April, dia melaporkan gejalanya telah sembuh dan dia merasa baik-baik saja, tetapi pada saat itu, karyawan diminta untuk melakukan tes negatif Covid-19 dua kali sebelum mereka diizinkan kembali bekerja. Jadi dia tetap terisolasi di rumah.

Sebulan kemudian, dia mulai merasa tidak enak badan lagi. Pada saat yang sama, ada wabah di mana salah satu orang tuanya, yang juga merupakan pekerja penting, dipekerjakan.

Orang tua yang tinggal bersama pria itu juga terjangkit Covid-19 dan didiagnosis pada 5 Juni. Diduga pria itu terinfeksi kembali karena dia terpapar virus dengan dosis yang lebih tinggi untuk kedua kalinya, mungkin dari anggota keluarga.

Batuknya bertahan dan dia menderita sesak napas dan harus menggunakan oksigen selama enam minggu setelah infeksi kedua. Dia sekarang telah pulih sepenuhnya.

Infeksi ulang menyiratkan apa yang disebut kekebalan kelompok tidak dapat diperoleh hanya melalui infeksi alami. Jika infeksi alami hanya melindungi beberapa bulan, maka tidak mungkin cukup banyak orang yang dilindungi secara bersamaan untuk mencapai kekebalan kawanan.

Dari kasus ini, orang yang sudah terjangkit Covid-19 perlu melindungi diri dengan memakai masker, menghindari pertemuan besar, sering mencuci tangan, dan menjaga jarak sosial.

Baca Juga