Paska Banjir, UKM di Muara Teweh Mulai Menggeliat

Ilustrasi - UKM
Ilustrasi - UKM

AKURATNEWS - Surutnya genangan air di beberapa titik kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, yang kini bisa dikatakan normal, dibarengi dengan kembalinya aktifitas perekonomian masyarakat. Beberapa warung yang sempat tutup akibat banjir, sudah mulai dibuka walaupun ada beberapa yang baru dibersihkan dan belum beroperasi.

Secara umum,bisa dikatakan Muara Teweh telah kembali normal. Meski masih ada beberapa titik yang tergenang air, namun tidak separah tempo hari. “Sudah seperti biasa lagi, Mas. Saya dan teman-teman di sini juga sudah mulai, meski ya saat ini jam operasionalnya kami batasi. Mengingat PPKM di beberapa daerah kan belum dicabut.,” kata Hadi P, salah seorang warga Jl Pramuka, Muara Teweh, Sabtu 25 September 2021, via telepon.

Menurut Hadi, di beberapa ruas bagian kota yang letaknya berada di ketinggian, kegiatan perekonomian tetap berjalan seperti biasa meskipun ada penurunan omset, lantaran pembeli yang dari daerah rawan banjir tak bisa berbelanja. “Teman-teman di Kecamatan Lahei, misalnya. Kemarin-kemarin terhambat ke sini, baik yang mau jualan ataupun membeli barang. Sekarang sudah bisa lagi,” imbuhnya.

Sementara efek dari banjir sendiri, ada beberapa warga yang mengaku terkena penyakit kulit. Mereka menduga, aneka kotoran dari luapan air,menjadi biang penyebab penyakit kulit ini. “Apalagi yang kulitnya memang peka terhadap jamur atau jenis penyakit kulit lain, seperti saya ini,” ujar Jali, penjual sayur lapak di pinggiran Pasar Lama. Namun demikian Jali dan beberapa rekannya mengaku, kalau mereka sangat bersyukur bisa kembali melakukan aktifitas jualannya. “Alhamdulillah, Pak. Kemarin-kemarin waktu kena banjir, hanya mengandalkan hidup dari bantuan Pemkab Barito Utara dan donatur melalui sukarelawan,” imbuhnya.

Bupati Barito Utara H Nadalsyah sendiri juga sudah menyatakan bahwa tidak ada lagi genangan air di Muara Teweh. “Alhamdulillah kita sudah bebas dari terjangan air. Sekarang kering. Saya mengimbau, mari kita jaga bersama-sama senantiasa agar lingkungan selalu bersih. Sebab saluran yang tersumbat oleh sampah yang dibuang sembarangan, juga ikut memperparah debit air ketika banjir datang,” ucap pria yang juga dikenal sebagai pengurus sebuah organisasi lahraga di tingkat pusat tersebut, kepada para pekerja media, baru-baru ini.

Nadalsyah, yang juga akrab disapa “Koyem” itu juga mengatakan kalau warga sudah berakrifitas kembali dengan lancar, termasuk dalam kegiatan usaha mereka.***

Penulis: Iwan Prast

Baca Juga