oleh

Pasokan Naik, Harga Minyak Beringsut Turun

Akuratnews – Harga minyak mentah dibursa komoditi mengalami penurunan pada hari Kamis (11/10). Hasil perdagangan mencatatkan penyelesaian terendah mereka selama sebulan hingga hari ini. Jatuhnya harga setelah sebuah laporan mengungkapkan kenaikan pasokan mingguan minyak mentah AS.

 

Disisi lain, jatuhnya bursa saham global telah meningkatkan kekhawatiran tentang prospek ekonomi dan permintaan energi dimasa depan. Wall Street mengalami aksi jual tajam sejak Rabu. Indek Dow Jones turun lebih dari 3%. Indek S&P 500 juga turun lebih dari 3%, menandai penurunan terbesar untuk kedua indek ini sejak Februari. Pada hari Kamis, indeks saham kembali memperpanjang penurunannya.

Badan Informasi Energi AS melaporkan bahwa persediaan minyak mentah domestik naik 6 juta barel selama sepekan hingga 5 Oktober. Data tersebut dirilis sehari lebih lama dari biasanya karena libur Hari Raya Columbus di hari Senin. Peningkatan ini jauh lebih besar dari perkiraan, dengan naik 1,61 juta barel oleh para analis yang disurvei oleh S & P Global Platts, tetapi secara signifikan masih di bawah kenaikan sebesar 9,7 juta barel sebagaimana yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute pada hari Rabu.

Laporan  EIA tersebut meningkatkan perkiraan untuk produksi minyak AS, yang menambahkan angin sakal lainnya, tulis Eugen Weinberg, kepala penelitian komoditas di Commerzbank, dalam sebuah catatan. Minyak berjangka juga melihat kelemahan hari itu karena para pedagang mengecilkan dampak potensial dari Badai Michael pada infrastruktur energi di Teluk Meksiko.

Sementara itu, sebuah laporan bulanan dari OPEC yang dirilis Kamis, mengungkapkan kenaikan produksi minyak mentah OPEC dan Rusia pada bulan September, lebih dari mengimbangi penurunan berkelanjutan dalam produksi Iran menjelang pelaksanaan sanksi AS terhadap industri minyak Iran.

Dengan data tersebut, terlihat pasokan yang berlimpah membanjiri pasar, sementara permintaan masih –datar saja. Tentu tidak akan mengejutkan bila aksi jual akan berlangsung dan membawa harga minyak mentah jatuh lebih dalam diakhir pekan ini.

Harga Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan November turun $ 2,20, atau 3%, ke $ 70,97 per barel di NYMEX. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember di bursa ICE Eropa turun $ 2,83, atau 3,4%, menjadi $ 80,26 per barel. Kedua jenis minyak ini mencatat hasil perdagangan pada harga sejak 21 September, setelah turun lebih dari 2% pada hari Rabu.

 

Komentar

News Feed