Pasokan Turun, Harga Minyak Termahal 4 Bulan Ini

Harga Minyak dunia menanti perkembangan ekonomi China. (Foto Istimewa).
Harga Minyak dunia menanti perkembangan ekonomi China. (Foto Istimewa).

Akuratnews.com - Harga komditi minyak mentah berada di level tertinggi dalam 4 bulan ini, didorong pasokan minyak AS yang tercatat mengalami penurunan dalam sepekan sebesar hampir 10 juta barel. Dua pertiga dari penurunan stok minyak secara garis besar didorong oleh ekspor yang lebih tinggi. Selain itu, jumlah pemanfaatan kilang naik 1,3% dan biasanya masih menurun karena pemeliharaan kilang secara musiman.



Disisi lain, pasokan minyak mentah global juga menurun
dengan pemangkasan produksi yang dikoordinir oleh negara-negara anggota OPEC (Organisasi
Negara-negara Pengekspor Minyak ) dan para sekutunya. Sejak awal tahun ini
hingga setidaknya pada bulan Juni, mereka akan terus memangkas produksi.

Sementara perhatian pasar keuangan tertuju dengan paparan
Bank Sentral AS, The Federal Reserve paska melakukan pertemuan rutin dalam dua
hari. Bank sentral AS mengisyaratkan tidak ada lagi kenaikan suku bunga tahun
ini dan hanya satu kali pada tahun 2020, menurut 'dot plot' baru. Kabar ini
sontak membuat nilai Dolar AS melemah. Memberikan peluang harga minyak dalam
denominasi dolar menguat kembali.

Pelaku pasar nampak mengesampingkan potensi pelemahan
permintaan minyak dunia akibat perlambatan ekonomi internasional. Mereka lebih
memperhatikan perubahan sikap Bank Sentral AS yang lebih lunak, dovish.
Terlebih dengan keputusan untuk mempertahankan suku bunga hingga tahun depan
dan pengetatan kebijakan kuantitatif mulai bulan September.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate untuk kontrak
pengiriman bulan April, naik 80 sen, atau 1,4%, berakhir pada harga $ 59,83 di
New York Mercantile Exchange setelah menyentuh harga tertinggi di $ 60,12. Ini
merupakan harga termahal dan penyelesaian tertinggi dari komoditas minyak
mentah untuk kontrak yang berakhir berakhir hari itu. Terekam sejak November. Sementara
untuk kontrak dengan penyelesaian bulan Mei yang sekarang sudah diperdagangkan,
diselesaikan pada $ 60,23, atau naik 94 sen, atau 1,6%.

Sementara itu, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak
pengiriman bulan Mei, juga naik sebesar 89 sen, atau 1,3%, ke $ 68,50 per barel
di ICE Futures Europe, dengan harga berdasarkan kontrak bulan depan berakhir
pada level tertinggi sejak November.

Lembaga Informasi Energi AS melaporkan bahwa pasokan minyak
mentah AS turun 9,6 juta barel untuk pekan yang berakhir 15 Maret. Analis yang
disurvei oleh S&P Global Platts memperkirakan kenaikan 1 juta barel. Sehari
sebelumnya, American Petroleum Institute (API) pada hari Selasa melaporkan terjadi
penurunan 2,1 juta barel, menurut sumber. (HQM)

Penulis:

Baca Juga