oleh

Pasutri Terdakwa Penggelapan Mobil Rental Diadili

Surabaya, Akuratnews.com – Sidang perkara penipuan dan penggelapan dengan terdakwa pasangan suami istri (Pasutri) yakni I Wayan Brahmana dan Chichi Prihastini kembali digelar di ruang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (04/12/2018).

Sidang kali ini menghadirkan saksi korban Jayadi beserta istrinya Nur Rochmawati. Kehadiran suami-istri warga asal Jalan Legundi Nomor 41-B, Surabaya ini adalah untuk dimintai keterangan di hadapan Majelis Hakim terkait kasus penggelapan 3 unit mobil miliknya yang telah digelapkan oleh kedua terdakwa yang tak lain tetangganya sendiri.

Saksi Jayadi dalam persidangan menerangkan, awal mula kasus ini saat terdakwa I Wayan Brahmana beserta istrinya Chichi, meminjam 3 unit mobil miliknya untuk digunakan sebagai kendaraan operasional perusahaan dengan diserahkan secara bertahap oleh korban pada terdakwa yakni, 4 Desember 2017, akhir Desember 2017 dan April 2018.

“Mereka tetangga, kejadiannya yang pertama sebelum tahun baru tanggal 4 Desember 2017, yang kedua akhir Desember, dan yang ketiga akhir April” ucap Jayadi saat memberikan keterangan di hadapan Ketua Majelis hakim, Agus Hamzah.

Saksi korban Jayadi menambahkan, setelah tiba jatuh tempo pengembalian unit mobil itu, kedua terdakwa pasangan suami istri ini dengan berbagai alasannya mengatakan pada saksi bahwa tiga mobil tersebut akan dikembalikan secara bersamaan oleh Kurniawan Manager dari perusahaan PT Sinar Mandiri yang disebut rekan terdakwa.

“Dia (terdakwa) bilang mobilnya dipakai untuk kerja, dipakai managernya yang bernama Kurniawan” tutur Jayadi.

Ia melanjutkan, dalam persidangan terdakwa mengakui pernah menggunakan mobil tersebut dipakai bersama keluarganya untuk tahun baruan. “Alasan pertamanya (saat meminjam) dipakai keluarga ke Terawas, Mojokerto. Katanya untuk tahun baruan” ungkapnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya, Damang Anubowo mendakwa pasangan penipu ini dengan dakwaan melanggar Pasal 372 Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, tentang tindak pidana penggelapan atau turut serta melakukan penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Arief)

Komentar

News Feed