PB ALAM KASI Lakukan Aksi Unjuk Rasa Di Depan Kantor PTPN IV Medan

Medan, Akuratnews.com - Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Besar Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (PB Alam Aksi) Indonesia dan hampir bersamaan dengan masyarakat serta puluhan karyawan perkebunan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PTPN IV, di Jalan Letjen Suprapto, Kota Medan, Kamis (29/11/2018).

Dalam aksinya, puluhan massa yang berunjuk rasa menilai adanya dugaan korupsi di PTPN IV yang menyebabkan kerugian negara yang diduga dilakukan oleh pejabat PTPN IV.

"Kami menilai oknum pejabat Manager Adolina diduga telah melakukan tindak pidana korupsi," kata Ketua PB Alam Aksi Indonesia, Eka Armada.

Dalam pernyataan sikapnya, para pengunjuk rasa menjelaskan bahwa diduga Manager Adolina melakukan praktek korupsi seperti dalam bukti pengeluaran kas no.K08/018/2018 tertanggal 4 Agustus 2018 nomor rekening 151.15, pembayaran biaya bantuan sosial untuk kejaksaan Serdang Bedagai sebesar Rp 15 juta, bukti pengeluaran kas nomor K06/009/2018 tertanggal 4 Juni 2018 nomor rekening 151.19 hal pembayaran uang daging hari besar keagamaan sebesar Rp 30 juta, bukti pembayaran kas nomor K05/038/2018 tertanggal 5 Mei 2018 nomor rekening 151.19 hal pembayaran pengeluaran kas nomor K05/037/2018 bulan April 2018 nomor rekening 151.19 untuk bulan Ramadhan sebesar Rp 30 juta, dan bukti pembayaran uang untuk biaya MTSI kebun Adolina sebesar Rp 20 juta.

"Jika di total, maka jumlah keseluruhan adalah sebesar Rp 95 juta. Kami menduga kuat bahwa transaksi pengeluaran kas yang dilakukan mengarah pada kerugian negara," ungkap Armada.

Mereka menuntut penegak hukum Polda dan Kejatisu untuk memanggil dan memeriksa Wispramono Budiman terkait dugaan korupsi. Selanjutnya mendesak agar Direktur Utama PTPN IV mengevaluasi kinerja dan segera memecat Wispramono Budiman.

Dalam aksi tersebut pengunjuk rasa hanya ditemui oleh perwakilan pihak keamanan dari PTPN IV Medan. Mereka menolak perwakilan dan minta agar Direktur Utama PTPN IV langsung yang menerima mereka.

Massa yang berunjuk rasa akhirnya melakukan aksi memblokade jalan dengan tidur di tengah jalan untuk mencuri perhatian dan mendapatkan respon dari pihak PTPN IV. Aksi tidur di jalan itu membuat arus lalu lintas menjadi terhenti dan menimbulkan kemacetan panjang di Jalan Suprapto tepat di depan Kantor PTPN IV.

Tak lama berselang, sekitar 15 menit kemudian pengunjuk rasa yang tidur di jalan, akhirnya diimbau oleh pihak kepolisian agar segera bangkit dan menjauhi Jalan Suprapto agar pengendara yang hendak lewat bisa segera melanjutkan perjalanan dan tidak membuat kemacetan.

Usai zhuhur, massa kemudian melanjutkan aksinya namun tetap tidak mendapat respon dari PTPN IV seperti harapan mereka.

Hingga aksi berakhir tak satupun pihak Direksi PTPN IV yang menemui mereka dan mereka berjanji akan melakukan aksi minggu depan. Aksi tersebut dijaga ketat oleh pihak kepolisian termasuk polwan yang membuat pagar betis bersama dengan petugas security perusahaan. (HSP)

Penulis:

Baca Juga