People Power

PB SEMMI Respon Keras Pernyataan Amien Rais soal People Power

Jakarta, Akuratnews.com - Bintang Wahyu Saputra, Ketua Umum PB SEMMI 2018-2021 merespon keras pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang mengatakan bakal ada aksi massa besar jika sampai muncul dugaan kecurangan dalam pilpres 2019 serta menyatakan enggan melakukan proses hukum sengketa pemilu dengan melapor ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan lebih memilih people power menimbulkan kecaman dari aktivis mahasiswa.

Menurut Bintang, pernyataan Amien Rais yang telah menimbulkan polemik di tengah masyarakat Pernyataan tersebut bisa merusak demokrasi yang sedang berlangsung di Indonesia.

"Seharusnya sebagai senior aktivis yang juga politisi senior, beliau mampu menjadi tauladan bagi adik adik aktivis hari ini, kami sangat menyayangkan sikap yang tidak negarawan dan terkesan memaksakan kehendak dengan mendeletigimasi supermasi hukum di Indonesia, padahal beliau juga salah satu tokoh yang mereformasi Indonesia sehingga menjadi negara demokrasi," Ujar Bintang Wahyu Saputra dalam keterangan pers yang diterima redaksi Akuratnews.com, Rabu (10/4/2019).

Bintang mengatakan, proses demokrasi di negara hukum Indonesia dalam tahapan sengketa pemilu, pihak yang merasa dirugikan bisa melakukan aduan atau gugatan ke Mahkamah Konstitusi jika terjadi kecurangan.

"Pendidikan politik seharusnya di ajarkan oleh para elit agar bangsa ini bisa lebih maju ke depan, jika memang terdapat penyelenggara yang tidak netral atau lari dari aturan main, kan bisa di panggil melalui DPR, yang diisi oleh berbagai partai politik di Indonesia dan tidak perlu menggunakan people power tanpa melaksanakan ketentuan hukum yang berlaku," Papar Bintang.

Dia meyakini penyelenggara pemilu mampu bertindak netral pada pergelaran pemilu 2019 dan mampu menciptakan situasi pemilihan yang adil, jujur, bersih, transparan dan aman.

"Taat kepada aturan hukum dan konstitusi itu di luar dukungan atau pilihan politik, sebagai agent of social control, kami siap mengawasi penyelenggara pemilu dan peserta pemilu untuk tidak berbuat curang sehingga terciptanya pemilu yang berdaulat dan membuat negara kuat," Tandasnya. (*)

Penulis: Ahmad Ahyar
Editor: Ahmad Ahyar

Baca Juga